SMTK Kota Kupang Bengkelnya STAKEN Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sekolah Menengah Teologi Kristen (SMTK)  Kota Kupang merupakan bengkelnya Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKEN) Kupang.

Kami bengkelnya STAKEN Kupang, sehingga anak-anak yang tamat dari sekolah ini langsung melanjutkan pendidikan ke STAKEN Kupang, atau sekolah Teologi Universitas Kristen Arta Wacana (UKAW) Kupang,” kata Kepala SMTK Kota Kupang, Dina W.O. Lake, S.Pd didampingi Waka Kurikulum SMTK Kota Kupang, Nara F. P. Huma kepada media ini di  sekolah tersebut, Selasa (15/5/2019).

Menurut Dina, STAKEN adalah salah satu jalur yang paling tepat untuk bisa melanjutkan pendidikan setelah tamat dari sekolahnya.  Mengapa demikian, karena ilmu dasar teologinya sudah diajarkan di sekolahnya, tinggal hanya pendalamannya saja di STAKEN Kupang, atau Teologi UKAW Kupang.

Baca juga :  Projakop Mitra Sejahtera Akan Lakukan Ekspansi Hingga Desa/Kelurahan di NTT

Untuk sementara, lanjut dia,  alumni SMTK Kota Kupang bisa diterima di semua perguruan tinggi negeri dan swasta.  Namun, untuk ke depan, sekolah ini sebagai sekolah persiapan menjadi tenaga-tenaga ahli agama kristen, untuk dilanjutkan ke sekolah tinggi teologi, sekolah pendeta, guru agama kristen, dan sekolah penginjil.

Keunggulan yang dimiliki sekolahnya,  tidak memiliki jurusan seperti di sekolah umum lainnya, tetapi murni sekolah teologi, atau hampir 70-80 persen muatan kurikulumnya dominan ilmu teologi kristen.

Buka PPDB 2019/2020
Kepala SMTK Kota Kupang, Dina W.O. Lake, S.Pd didampingi Waka Kurikulum SMTK Kota Kupang, Nara F. P. Huma, Selasa (15/5/2019).

Sekolah ini juga sudah membuka penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun Ajaran 2019/2020 sejak 2 Mei hingga akhir Juni 2019 mendatang. Tahun ini, sekolahnya hanya membutuhkan dua rombongan belajar (Rombel) dengan komposisi berkisar antara 25-30 siswa per ruangan kelas, atau totalnya bisa berkisar 50-60 siswa.

Baca juga :  Pemprov NTT Berencana Bangun Pabrik Pakan Ternak

Menurut rencana, pelaksanaan masa orentasi siswa (MOS) dimulai pertengahan Juli 2019, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan 5 hari sekolah, Senin – Jumat  dari  jam 07.30 Wita –pukul 14.40 Wita membawa bekal sendiri.

Sedangkan hari Sabtu, diisi dengan kegiatan ekstra kurikuler (Ekskul) wajib dan pilihan. Ekskul wajib, seperti paduan suara, sedangkn ekskul pilihannya, seperti tari-tarian, olahraga (futsal dan volly), ketrampilan, dan menulis buleten.

Secara terpisah Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmenum) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT),  Pius Rasi mengatakan, draf petunjuk teknis (Juknis) penerimaan peserta didik baru (PPDB) Tahun 2019/2020 sudah ada, namun masih dibahas bersama Komisi V DPRD NTT pada Jumat, 17 Mei 2019.

Baca juga :  Tahun 2020, BNNP NTT Baru Penuhi 4 LKN

Kata Pius, sesuai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud), tetap menggunakan sistem zonasi. “Jadi sekolah lebih memprioritaskan dalam penerimaan adalah siswa –siswa yang berdomisili sekitar sekolah tersebut,” tandasnya. (ade)