Seminar Pendidikan Akhiri Gebyar Hardiknas 2019

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Seminar Pendidikan yang digagas  Asosiasi Guru Penulis Indonesia (Agu Pena) Wilayah NTT bekerjasama dengan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan NTT sekaligus mengakhiri semua rangkaian kegiatan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019  yang digelar di LPMP NTT kerjasama Kantor Bahasa, dan BP PAUD Dikmas, Senin (6/5/2019).

Hadir dalam seminar pendidikan itu,Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd , Kepala LPMP NTT, Drs. H.Muhamad Irfan,MM, dan Ketua Agu Pena NTT, Thomas A. Sogen.

Sementara tiga nara sumber yang dihadirkan dalam seminar itu, yakni Rektor Universitas Muhamadiyah Kupang (UMK), Dr. Zainur Wula, dengan topik Iklim Karya Tulis di Kalangan Guru, Kepala LPMP NTT, Drs. H.Muhamad Irfan,MM, dengan topik Kebijakan Mutu Pendidikan dan Karakter, serta dari Dinas P dan K NTT dengan topik Kebijakan Pendidikan di NTT dibawakan oleh Mahlon Orienlyc Takubessi, S.Pd.

Seminar dengan mengusung tema, Bangkitnya Generasi Emas Indonesia Bersama Agu Pena NTT ini sekaligus mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan Gebyar Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2019 yang digelar tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di NTT, yakni LPMP NTT, Kantor Bahasa, dan BP PAUD Dikmas.

Baca juga :  Gubernur NTT Ajak Masyarakat Tingkatkan Imunitas Tubuh Hadapi Covid-19

Seminar yang dihadiri ratusan guru SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-NTT ini untuk melatih para guru bagaimana menulis artikel yang baik sebagai salah satu syarat dalam rangka melakukan kenaikan pangkat para guru.

Para guru SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA se-NTT saat mengikuti seminar pendidikan yang digelar Agu Pena NTT di Aula LPMP NTT, Senin (6/5/2019)

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Drs. Benyamin Lola, M.Pd  dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas eksistensi Agu Pena NTT yang dengan segala keterbatasan, namun terus melakukan berbagai kegiatan guna meningkatkan kualitas guru dan siswa.

Kata Benyamin, meskipun belum semua guru di NTT memberikan dukungan positif bagi kelancaran program kegiatan Agu Pena, tetapi dirinya  yakin Agu Pena tetap eksis memberikan kontribusi positif bagi pengembangan kapasitas guru dalam hal menulis, terutama karya tulis, sehingga para guru tidak kesulitan  memperoleh angka kredit dalam rangka kenaikan pangkat yang lebih tinggi.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Agu Pena NTT, Thomas A. Sogen mengatakan, kegiatan seminar seperti itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan Agu Pena setiap tahun menjelang Hardiknas, ulang tahun Agu Pena, dan ulang tahun NTT yang diperingati setiap bulan Desember tiap tahun.

Seminar pendidikan seperti ini, menurut dia, bagian daripada pengembangan diri guru untuk menunjang profesionalismenya dalam pelaksanaan tugasnya. Begitupun budaya membaca merupakan tugas Agu Pena mengajak para  guru  untuk bisa menunjang program literasi dengan membaca dan menulis.

Baca juga :  Hadiri Tahbisan Imam, Wagub : Jadilah Duta NTT di Luar Negeri

“Dengan banyak membaca, para guru diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menulis karya ilmiah untuk meningkatkan angka kredit dalam menunjang kenaikan pangkat seorang guru dalam sistem birokrasi,” ujarnya.

SEMINAR PENDIDIKAN- Kepala LPMP NTT, Drs. H.Muhamad Irfan,MM didampingi tiga narasumber saat memaparkan materinya dalam seminar pendidikan di Aula LPMP NTT, Senin (6/5/2019)

Sementara Kepala LPMP NTT, Drs. H.Muhamad Irfan,MM saat menutup kegiatan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 di Aula LPMP NTT, Senin (6/5/2019) petang, menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada para pihak yang  telah membantu kesuksesan selama pelaksanaan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 ini.

“Atas nama Kepala LPMP NTT, kami mohon maaf, apabila ada hal-hal yang tidak berkenan selama kegiatan berlangsung,” kata Irfan. Kepada Agu Pena dan Dinas P dan K NTT, Irfan juga mengajak untuk bekerjasama dalam hal melakukan Diklat peningkatan kompetensi guru dalam hal menulis karya ilmiah.

Soal tempatnya, menurut dia,  bisa di Kupang dan bisa juga di kabupaten. Kalau Diklatnya dilaksanakan di Kupang, maka biayanya diatur oleh LPMP NTT dan Dinas P dan K NTT. Tetapi, kalau pelaksaannya di kabupaten, maka LPMP NTT hanya menanggung biaya honor nara sumber, sedangkan snacknya ditanggung kabupaten masing-masing.

Baca juga :  PLN Amankan Kunjungan Sehari Presiden Jokowi di Labuan Bajo

Masih terkait dengan penulisan karya ilmiah, ia sarankan kepada Agu Pena NTT untuk dibuatkan Memorandum of Understanding (MoU) dengan LPMP NTT, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  NTT.

“ Daripada merepotkan guru-guru mengumpulkan uang untuk menulis. Sebaiknya Agu Pena berkirim surat saja, nanti narasumbernya kita siapkan honornya,” janji Irfan yang juga Mantan Kepala LPMP Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) ini.

Penutupan Gebyar Hardiknas Tahun 2019 yang digelar LPMP NTT kerjasama Kantor Bahasa, dan BP PAUD Dikmas yang merupakan lembaga Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI di daerah itu ditandai dengan pembagian hadiah bagi para juara I,II dan III  dari semua jenis lomba. (ade)