Tahun 2019, Target Pendapatan PT Flobamor Rp 30 Miliar

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Tahun 2019 ini, Badan Milik Usaha Daerah (BUMD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau lazim disebut PT. Flobamor menargetkan pendapatannya sebesar Rp 30 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 4 miliar.

“Kami optimis, target itu bisa tercapai ditopang dengan kekuatan tiga kapal Roro yang disubsidi pemerintah pusat (Pempus) melalui Kementerian Perhubungan Republik Indonesia saat ini,” kata Direktur Utama PT. Flobamor, Agustinus Zadriano Bakotei kepada media ini di Kupang, Jumat (26/4/2019).

Tahun 2018 lalu, targetnya sebesar Rp 25,5 miliar, tetapi realisasinya hanya sebesar  Rp 24 miliar. Tetapi, tahun ini, ia berani menargetkan pendapatannya sebesar Rp 30 miliar dengan laba bersih sebesar Rp 4 miliar.

Baca juga :  Kondisi 24 September 2020, NTT Tambah 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid—19

Untuk mencapai target itu, ia akan mengoptimalkan tiga kapal Roro atau kapal penumpang  yang disubsidi penuh dari pemerintah pusat (Pempus) melalui Kementerian Perhubungan RepuIik Indonesia.

Saat ini, ketiga kapal Roro miliknya itu sedang melakukan docking  selama sebulan di Surabaya, tepatnya di galangan kapal itu dibuat sebelumnya, dan baru bisa beroperasi kembali awal Mei 2019 mendatang.

“Kenapa saya bilang optimis target pendapatan itu tercapai, karena ketiga kapal kita itu semuanya disubsidi oleh Pempus, baik dari sisi operasional maupun pemeliharaannya,” kata Bakotei.

Ketiga kapal Roro miliknya itu melayani rute seluruh kabupaten di NTT antara lain, Kupang-Ende, Kupang – Kalabahi, dan rute Kupang – Kisar.

“Yang kita angkut kan manusia, sehingga alat produksinya, dalam hal ini kapalnya harus dalam kondisi  sehat.  Yang kita prioritaskan adalah aspek keselamatan penumpang atau keamanan kapal dulu. Karena itu, perlu dilakukan docking secara rutin,” paparnya.

Baca juga :  Lima Tahun WTP , Kemenkeu Beri Penghargaan Kepada NTT

Sedangkan, soal besaran biaya dockingnya, kata dia, tergantung tingkat kerusakan kapalnya masing-masing.

Selain ketiga kapal itu sebagai penopang pendapatan, pihaknya juga mencari peluang-peluang baru melalui mitra dengan instansi terkait, seperti Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, dan Dinas Peternakan NTT.

Misalnya, bermitra dengan Dinas Kelautan dan Perikanan NTT, dimana perusahaannya memfasilitasi jasa angkutan, baik berupa pengiriman ikan maupun rumput laut untuk dikirim ke seluruh daerah di Indonesia.

Begitupun dengan Dinas Peternakan NTT bekerjasama dalam hal pengiriman ternak sapi ke luar NTT termasuk bemitra dengan pihak swasta yang berkompeten dalam bidang serupa.

“Golnya kita hanya satu, bagaimana kesejahteraan petani peternak di NTT  itu bisa meningkat sekaligus memotong para tengkulak yang berkeliaran. Selain itu, kita hidupkan industri kerakyatan untuk memfasilitasi mencari pasar dan melakukan pendampingan kepada mereka,” janji dia. (ade)