Tahun 2020, Semua SMA/SMK di NTT Wajib UNBK

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Komitmen Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) Tahun 2020, semua SMA/SMK, baik sekolah negeri maupun sekolah swasta di daerahnya wajib melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

“Itu sudah merupakan komitmen bersama semua kepala sekolah dengan Pemprov NTT,” kata Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dinas P dan K NTT), Pius Rasi kepada media ini di Kupang, Senin (1/4/2019).

Untuk mendukung komitmen itu, Pemprov NTT bekerjasama dengan Pemerintah Pusat (Pempus) siap membantu dalam bentuk pengadaan sarana prasarana (Sarpras), seperti komputer, server, dan pembangunan ruangan kelas baru (RKB) bagi sekolah yang benar-benar membutuhkan.

Sedangkan untuk jaringan internet, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan PT. Telkomsel untuk  membangun tower hingga di desa-desa di NTT yang belum dijangkaui jaringan internet.

“Khusus jaringan internet, kita sudah membangun kerjasama dengan PT. Telkomsel untuk membangun tower di lokasi yang belum memiliki jaringan. Dan’ Telkomsel sudah menyatakan kesiapannya untuk membangun,”cetusnya.

Baca juga :  Kondisi 24 September 2020, NTT Tambah 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid—19

Begitupun, untuk jaringan listrik, kata Pius,  Pempus sedang menggencarkan program “NTT Terang Tahun 2020”.  Untuk memenuhi semuanya itu, menurut dia, tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD I) NTT, tetapi perlu membangun koordinasi dengan Pempus, sehingga ada sharing anggaran pengadaan sarana prasarana, seperti komputer, dan  server melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

“Sekarang, kami sementara melakukan iventarisir semua kebutuhan sekolah. Misalnya, sekolah A membutuhkan 50 unit komputer, yang sudah ada baru 30 unit, maka 20 unit lainnya dibantu oleh pemerintah atau untuk sementara swadaya oleh sekolah masing-masing. Sebab, berbicara tentang pendidikan bukan saja tugas pemerintah, tetapi tanggungjawab semua steakholder, seperti orangtua, pihak sekolah, pihak dinas, dan sebagainya,” urainya.

Baca juga :  Pemprov NTT dan Sepasi Kerjasama di Bidang Budidaya Sorgum

Berjalan Aman  

Siswa SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang saat mengikuti UNBK hari pertama, Senin (1/4/2019)

Pius mengatakan, pelaksanaan Ujian Nasional (UN) hari pertama tingkat SMA, baik Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil (UNBKP) dengan mata ujian Bahasa Indonesia, Senin, 1 April 2019 di 22 kabupaten/kota di NTT berjalan aman dan lancar.

Tahun ini, total siswa SMA yang mengikuti UN sebanyak 63.618 siswa tersebar pada 603 sekolah di NTT. Jumlah itu, akumulasi dari peserta UNBK, 50.801 orang dengan rincian, laki-laki, 22.491 orang, dan perempuan, 28.310 orang tersebar pada 427 sekolah.

Selanjutnya, jumlah siswa yang mengikuti UNBKP, 12.817 orang , terdiri dari laki-laki, 5.932 orang dan perempuan, 6.885 orang tersebar pada 176 sekolah. “Kita harapkan apa yang terjadi  pada pelaksanaan UNBK pada  SMK sebelumnya tidak  terulang lagi pada UNBK  SMA saat ini, terutama terjadinya pemadaman listrik, gangguan jaringan internet, dan lain-lain,” harap dia.

Baca juga :  Menkominfo Fasilitasi Super WiFi Bagi Masyarakat Mabar

Terkait jadwal pelaksanaan UN susulan tahun ini, kata Pius, jadwalnya dilaksanakan secara serentak untuk SMA/SMK pada tanggal 15 – 16 April 2019 mendatang. Siswa yang mengikuti UN susulan itu, jelas dia, hanya diperuntukan bagi mereka yang berhalangan karena gangguan kesehatan pada saat UN utama.

Soal jumlah siswa SMK yang sudah terdata untuk mengikuti UN susulan tanggal 15-16 April itu nanti, jawab Pius, datanya belum dilaporkan koordinator pengawas (Korwas) masing-masing kabupaten/kota se-NTT. (ade)