Siswi SMA Swasta Nesi Neonmat Kupang Izin Melahirkan Saat UNBK Hari Pertama

KUPANG, NTT PEMBARUAN. com- Salah satu siswi peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di Sekolah Menengah Atas (SMA) Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang tidak bisa melanjutkan ujian hingga hari terakhir karena izin melahirkan.

“Sesi pertama pada UNBK hari pertama, Senin,1 April 2019 yang bersangkutan masih bisa mengikuti ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia. Setelah itu, siswi tersebut meminta izin pulang untuk melahirkan. Jadi, peserta tersebut izin pulang  melahirkan bukan melahirkan saat UNBK ,” kata Kepala SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang, Simon Nesi, A.Md kepada media ini disela-sela UNBK di SMKN 2 Kupang, Senin (1/4/2019).

Ia menyebutkan, dari 270 peserta UNBK di sekolahnya tahun ini, dua siswa tidak mengikuti UNBK utama dengan alasan, satunya karena izin melahirkan. Sedangkan satunya lagi, sementara bermasalah hukum, yang mana saat UNBK masih berada di sel tahanan polisi.

Baca juga :  Pemprov NTT Berkomitmen Wujudkan Sumba Sebagai Pusat Energi Baru dan Terbarukan

Siswi yang melahirkan, menurut dia,   masih sempat datang mengikuti ujian pada sesi pertama hari pertama UNBK. Setelah itu, yang bersangkutan meminta izin pulang untuk melahirkan.

Sedangkan satunya lagi yang sementara ditahan polisi itu, karena terlibat perkelahian, minum mabuk dan pemalakan di luar sekolah. “Itu rananya hukum, dan kami pihak sekolah masih memberikan kesempatan bagi yang belum mengikuti UNBK utama bisa mengikuti ujian susulan yang diagendakan secara nasional mulai tanggal 15-16 April 2019 mendatang,” kata Simon.

Siswa SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang sedang serius mengikuti UNBK hari pertama di sekolah itu, Senin (1/4/2019)

Dengan demikian, dari 270 peserta UNBK di sekolahnya tahun ini, yang mengikuti UNBK utama sebanyak 268 orang, dan 2 orang lainnya berhalangan hadir, dimana satunya izin melahirkan, dan satunya lagi masih dalam tahanan polisi.

Tahun ini, merupakan tahun pertama sekolahnya melaksanakan UNBK sendiri dengan meminjamkan fasilitas komputer, server dan ruangan laboratorium milik SMKN 2 Kupang.

Baca juga :  Empat Tahun Berdiri, SMPN 6 Welak Belum Miliki Gedung Sendiri

Komputer yang disiapkan sebanyak 120 unit disebarkan pada 5 ruangan laboratorium, dengan cadangan masing-masing, 1 unit komputer per ruangan dilengkapi dengan  5 unit server, 10 orang tenaga proktor, dan 5 orang tenaga teknisi.

Sementara tehnis pelaksanaan ujiannya dibagi dalam tiga sesi, dimana sesi pertama dan sesi kedua masing-masing, 120 siswa, dan sesi ketiga, 30 siswa.

Ia mengaku, selama UNBK hari pertama di sekolahnya, sejak sesi pertama hingga sesi ketiga tidak ada gangguan tehnis, seperti gangguan jaringan internet, gangguan server, dan gangguan listrik.

Sementara pengawas yang mengawasi UNBK di sekolahnya menggunakan sistem silang didatangkan dari SMAN 9 Kupang sebanyak  5 orang dibawa pimpinan koordinator pengawas (Korwas), Mathias Nenometa, S.Pd.

Atas keterbatasan fasilitas itu, Simon meminta perhatian pemerintah, baik Pemprov NTT  melalui Dinas P dan K NTT maupun Pempus untuk membantu pengadaan komputer/laptop dan server di sekolahnya.

Baca juga :  RSUD Umbu Rara Waingapu Jadi Pelanggan Premium Pertama di Sumba

“Mimpi kami, suatu saat memiliki komputer dan server sendiri, sehingga tidak lagi meminjamkan fasilitas di sekolah lain saat UNBK seperti sekarang. Ini adalah pekerjaan rumah (PR) yayasan untuk bekerja keras, baik lewat proposal kepada Dinas P dan K NTT maupun mencari donatur untuk pengadaan fasilitas yang dibutuhkan. Sebab, untuk membangun sebuah lembaga pendidikan tidak cukup dengan kemampuan sendiri, tetapi perlu campur tangan semua pihak,” tutupnya. (ade)