BBKSDA NTT Apresiasi Kepada Polda Jatim

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memberi apresiasi kepada Polda Jawa Timur (Jatim) yang telah mengungkapkan jaringan penyelundupan 41 komodo ke luar negeri.

“Kita  harus memberi  apresiasi kepada Polda Jatim, yang telah berhasil menangkap  pelaku perdagangan 41 ekor komodo ke luar negeri yang dijual hingga sebesar Rp 500 juta per ekor. Kita percayakan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk menyusut tuntas semua mafia dibalik itu,” kata Kepala BBKSDA NTT, Ir. Timbul Batubara, M.Si kepada wartawan di Kupang, Jumat (29/3/2019)

Terkait kasus tersebut, ia minta semua pihak, untuk membantu aparat kepolisian dalam memberikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sehingga mafia dibalik perdagangan komodo itu bisa terungkap semua.

Baca juga :  Hingga Oktober 2020, Realisasi Pengiriman Ternak Sapi ke Luar NTT 93,70 Persen

Untuk memastikan itu semua, ia berharap, petugas Taman Nasional Komodo (TNK)  bekerjasama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) melakukan cross chek  ke lapangan dengan menghitung jumlah komodo yang ada disesuaikan dengan data yang tercatat.

Dari hasil cross chek itu nanti,  lanjut dia, bisa diketahui berapa ekor komodo yang hilang untuk selanjutnya dipakai sebagai bahan masukan bagi kepolisian dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus tersebut.

Terkait keterlibatan oknum  petugas dibalik mafia perdagangan tersebut, kata Batubara, jika itu terbukti dalam persidangan di  pengadilan, dan  memiliki kekuatan hukum tetap, maka kepada pegawai yang bersangkutan akan dikenakan sanksi sesuai Undang –Undang (UU) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlaku.

Baca juga :  NTT Pembaruan dan Berita Antara Terima Penghargaan dari Basarnas

Belajar dari kasus itu, ia menghimbau kepada semua steakholder, seperti Polres Mabar, Kodim Mabar, petugas TNK, petugas BKSDA bersama masyarakat untuk melakukan langkah-langkah preventif dengan meningkatkan pengawasan di dalam TNK, dan melakukan patroli rutin sesuai schedule yang ditetapkan.

“Binatang komodo yang  terdapat di TNK, Kabupaten Manggarai Barat itu adalah salah satu dari tujuh keajaiban dunia, yang merupakan ikon Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dan Indonesia pada umumnya. Karena itu, marilah kita sama-sama menjaga satwa ini, sehingga bisa terlindung  dari tangan-tangan penjahat,” imbuhnya. (ade)