Siswa Mengaku Soal UNBK Matematika dan Bahasa Inggris Sulit

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Siswa Kelas XII Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Swasta Karya Kupang mengaku, dari semua mata pelajaran yang diuji selama Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun ini, yang paling sulit adalah Matematika dan Bahasa Inggris.

Yoseph Bria dan  Winto Baifeto kepada wartawan usai UNBK hari terakhir, Kamis (28/3/2019) di sekolahnya mengaku,  dari semua mata pelajaran yang diuji, hanya dua mata pelajaran saja yang dianggap sulit, yakni Matematika dan Bahasa Inggris.

Misalnya, Matematika, kata Yoseph, yang paling sulit rumus-rumusnya, sehingga memerlukan waktu yang lama untuk mencakar guna mendapatkan hasilnya. Durasi waktu yang tersedia untuk mata ujian Matematika, menurut Yoseph, 2 jam. Tetapi, karena soalnya cukup sulit, sehingga sampai berakhirnya waktu masih ada beberapa soal yang belum terjawab atau dibiarkan kosong.

Baca juga :  Berkat Bantuan Pemkab Mabar, Bocah Penderita Kanker Ganas Asal Lobohusu Dioperasi di Bali

“Saya hanya mengerjakan soal-soal yang dianggap bisa. Sedangkan soal-soal yang sulit, saya tidak isi atau dibiarkan kosong,” tutur Bria.  Tingkat kesulitan soal yang sama dirasakannya terjadi pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris.

Menjawab pertanyaan wartawan, apakah soal –soal seperti itu tidak pernah diajarkan oleh guru di sekolah melalui les tambahan, try out hingga simulasi, Bria mengaku, pernah diajarkan, tetapi memang kemampuan personalnya yang tidak bisa.

Terkait kendala tehnis, seperti gangguan jaringan internet, komputer, server dan listrik, menurut dia, tidak ada.  Hal serupa juga dialami Winto Baifeto, yang mengaku, kedua mata pelajaran tersebut memang sulit.

Dari waktu yang tersedia, menurut Winto, cukup. “Tetapi saya jujur, bukan karena guru-guru tidak pernah mengajarkan soal-soal seperti itu, tetapi memang kemampuan personal saya yang tidak mampu mengerjakan dengan tingkat kesulitan soal seperti  itu,” tuturnya.

Baca juga :  Bupati Nabit Apresiasi Kepada Para Pegiat Seni di Manggarai

Menanggapi keluhan siswa tersebut, Kepala SMK Swasta Karya Kupang, Haji Hassan mengaku, semua soal yang keluar pada UNBK tahun ini sudah diajarkan gurunya, baik dalam bentuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap hari, melalui les tambahan, try out dan simulasi menjelang UNBK sebelumnya.

“Selama simulasi  2 kali rentangan nilainya tidak jauh berbeda. Dan’ yang selalu dikeluhkan siswa adalah Mata Pelajaran Matematika dan Bahasa Inggris. Kita ingin, setiap kali ujian di sekolah dibuat seperti UNBK  dalam bentuk sistem online.  Kita juga masih kekurangan fasilitas, seperti komputer, dan server,” bebernya.

Selain itu, sekolahnya juga mengalami kekurangan guru, terutama guru Matematika hanya satu orang saja. Sedangkan guru Bahasa Inggris , dua orang.  Tahun ini, siswa yang mengikuti UNBK di sekolahnya, 32 orang dari program studi, Teknik Kendaraan Ringan (TKR) danTeknik Konstruksi Besi Beton (TKBB).

Baca juga :  30 Anak di Kapela St. Kristoforus Matani Terima Komuni Pertama

Fasilitas yang disediakan selama UNBK meliputi,  20 unit komputer, 2 unit server dan 1 unit cadangan. (ade)