Listrik Padam, Pelaksanaan UNBK di SMK St. Theresia Nangalili Terhambat

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com- Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hari kedua di SMK St. Theresia Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terhambat akibat pemadaman listrik dari PLN yang berdampak langsung hilangnya sinyal jaringan internet di sekolah tersebut, , Selasa (26/3/2019).

Situasi pelaksanaan UNBK hari kedua di sekolah itu disampaikan Kepala SMK St. Theresia Nangalili, Suster Chrissanta kepada media ini via komunikasi WhatsApp (WA), Selasa (26/3/2019).

Ia menjelaskan, awalnya, pada sesi pertama pelaksanaan UNBK hari kedua di sekolahnya masih berjalan aman, dan lancar.  Namun,  15 menit sebelum sesi pertama berakhir, listrik dari PLN Cabang Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat padam total.

Kepala SMK St. Theresia Nangalili, Suster Chrissanta  bersama petugas dari PLN yang stand by di sekolahnya  melihat dan mengecek keberadaan genset untuk dihidupkan pada sesi kedua pelaksanaan UNBK  hari kedua di sekolah itu, Selasa (26/3/2019)

Kondisi itu langsung diatasi dengan menghidupkan genset milik sekolah oleh petugas PLN yang sudah stand by di sekolah tersebut, sehingga sesi pertama berjalan lancar. Memasuki sesi kedua, pada menit ke-25 jaringan internet hilang total, sehingga mengganggu jalannya UNBK saat itu.

Baca juga :  PLN Hadirkan Listrik di 20 Desa dan 1 Dusun Terpencil di NTT

Terhadap gangguan jaringan itu, pihaknya berupaya dengan menggunakan modem milik sekolah,  dan upaya lainnya, namun tetap tidak ada jaringan. Sekitar 20 menit berikutnya baru muncul sedikit jaringan internet, sehingga proktor berusaha membackup UNBK.

Kata suster, listrik di sekolahnya padam hingga UNBK selesai.  “Untung kami sudah mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelum pelaksanaan UNBK dengan membeli genset dan modem. Kalau tidak, bisa-bisa UNBK di sekolah kami tahun ini gagal, karena listrik padam yang berdampak hilangnya sinyal jaringan internet dari Telkomsel. Tetapi rasanya, dalam konteks UNBK di daerah kami,  kendatipun menggunakan genset, tapi jaringan internet tetap tidak ada. Sepertinya sudah satu paket kalau  listrik padam, maka sinyalpun ikut hilang,” urainya.

Idealnya, menurut suster,  kalau didukung dengan sarana prasarana yang memadai, maka pelaksanaan UNBK di sekolahnya cukup satu sesi saja. Tetapi, karena sarana dan fasilitasnya  minim, akhirnya menggunakan dua sesi.

Menurut hemad dia, hendaknya pemerintah, baik pemerintah daerah maupun pusat mendukung penuh pelaksanaan UNBK ini dibarengi dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, sehingga semuanya berjalan aman dan lancar.

Baca juga :  KPU Sumba Barat Tetapkan 82.649 Pemilih Tetap

“Semoga Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas P dan K) NTT  bisa mengakomodir sekolah kami ini dengan  dukungan sarana prasarana (Sarpras)  pendukung, seperti pembangunan 5 ruang kelas baru (RKB), pengadaan komputer, dan  server,” pintanya.

Tidak Ada Unsur Kesengajaan
LOKASI BENCANA- Petugas Dinas PUPR Kabupaten Manggarai Barat sedang melakukan pemotongan pohon di lokasi bencana longsor di Nggorang, Kecamatan Komodo yang pohonnya tumbang mengenai jaringan listrik PLN. Hal itulah yang menyebabkan pemadam listrik selama kurang lebih 2 jam di daerah itu, Selasa (26/3/2019).

 

Secara terpisah Kepala Cabang PT. PLN Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Ayu saat dikonfirmasi wartawan media ini via telepon selulernya dan WA, Selasa (26/3/2019) petang, menjelaskan, tidak ada unsur kesengajaan dari pihak PLN melakukan pemadaman listrik pada hari kedua pelaksanaan UNBK di Manggarai Barat.

Pemadaman listrik yang terjadi pada hari Selasa, 26 Maret 2019 yang berdampak hambatnya pelaksanaan UNBK di SMK St. Theresia Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan dan beberapa sekolah lainnya di Manggarai Barat  hari itu, menurut Ayu, murni karena jaringan listrik terkena tumbangan pohon di Nggorang, Kecamatan Komodo.

Baca juga :  Edu Nabunome Telah Mengharumkan Nama NTT dan Indonesia di Bidang Olahraga

Ayu menjelaskan, pada hari Selasa, 26 Maret 2019, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Manggarai Barat melakukan  penebangan pohon dan pembersihan di lokasi bencana alam di Nggorang, Kecamatan Komodo.

Pohon yang ditebang itu, lanjut dia, tumbangnya mengenai jaringan listrik PLN, sehingga menyebabkan pemadaman listrik kurang lebih 2 jam pada hari itu.

“Sore ini (Selasa,26/3/2019,red) sudah menyala kembali. Saya jamin, selama pelaksanaan UNBK tinggal dua hari ke depan di Manggarai Barat,  listrik tetap menyala. Sebab, kami juga sudah membentuk tim khusus untuk kelancaran pelaksanaan UNBK di daerah itu ,” janji Ayu. (ade)