Gubernur NTT Janji Penuhi Fasilitas UNBK Secara Bertahap

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat berjanji akan memenuhi kekurangan fasilitas Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di semua sekolah di NTT secara bertahap.

“Untuk memenuhi kekurangan itu, kita akan bekerjasama dengan pemerintah pusat (Pempus), terutama pengadaan komputer bagi sekolah-sekolah yang sangat membutuhkan, lebih-lebih sekolah-sekolah di desa-desa yang semuanya serba terbatas,” kata Gubernur Laiskodat kepada wartawan saat melakukan pemantuan UNBK tingkat SMK hari pertama di Kota Kupang, Senin (25/3/2019).

Fasilitas UNBK yang harus dilengkapi, kata dia, tidak saja komputer, tetapi juga perangkat lainnya yang sepaket dengan itu, seperti server, jaringan internet, dan jaringan listrik yang memadai.

“Secara pelan-pelan kita akan siapkan fasilitas itu, mulai dari  komputer, server, jaringan internet dan jaringan listrik  yang memadai, sehingga tahun depan tidak ada lagi keluhan serupa,” harap orang nomor satu NTT ini.

Politisi NasDem ini mengaku, masih banyak sekolah di NTT, terutama sekolah-sekolah yang berada di desa-desa mengalami kekurangan fasilitas seperti yang telah disebutkan. Untuk menjawab kekurangan itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Pempus, sehingga secara perlahan-lahan apa yang dibutuhkan bisa terpenuhi.

Terkait persentasi kelulusan SMK di NTT tahun ini, menurut dia,  nomor satu  yang diharapkan adalah adanya peningkatan mutu kelulusan,  dan kedua adalah skill (ketrampilan,red) yang terus didorong untuk bisa mandiri.

Baca juga :  Libatkan Komunitas BOP-LBF Dorong Inkubasi Kegiatan Kreatif Seni dan Kuliner

Pada tempat yang sama, Kepala Dinas P dan K NTT, Benyamin Lola yang juga ikut dalam rombongan Gubernur NTT saat memantau pelaksanaan UNBK di Kota Kupang hari pertama menyebutkan,  sebanyak  22.715 peserta Ujian Nasional (UN) tingkat SMK di NTT tahun ini tersebar pada 279 sekolah.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 3 Kupang, Altje L. Papote,S.TP, M.Pd saat memantau UNBK di sekolah itu, Senin (25/3/2019)

Dari 22.715 siswa itu, yang mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),  21.841 siswa atau 82,44 persen. Sedangkan sisanya, 1.234 siswa masih mengikuti Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) atau tinggal 17,56 persen saja.

Ujian Nasional (UN), baik dalam bentuk UNBK maupun UNKP, lanjut dia,  tidak dalam kapasitas untuk menentukan kelulusan anak didik, tetapi dalam rangka pemetaan mutu pendidikan secara nasional.

“Jadi, yang menentukan kelulusan siswa adalah hasil Ujian Sekolah Berbasis Nasional (USBN), dan itu kita kembalikan ke sekolah untuk menentukannya melalui rapat dewan guru,” ujar dia.

Berjalan Lancar

Altje L. Papote

Secara terpisah Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kupang, Altje L. Papote,S.TP, M.Pd  kepada wartawan di sekolahnya  melaporkan, pelaksanaan UNBK mata ujian Bahasa Indonesia hari pertama di sekolahnya berjalan tertib, aman dan lancar.

Baca juga :  Gubernur : Mari Bersinergi, Agar Masyarakat Yakin Negara Hadir di NTT

Kata Altje, tahun ini  SMKN 3 Kupang merupakan tahun ke-4 pelaksanaan UNBK yang didukungan dengan kekuatan 120 unit komputer, tiga unit server, jaringan internet dan jaringan listrik.

Jumlah siswanya yang mengikuti UNBK tahun ke-4 ini, sebanyak 318 siswa terdiri dari Jurusan Akomodasi Perhotelan,99 siswa, Jurusan Tata Boga, 47 siswa, Jurusan Kecantikan, 25 siswa, Jurusan Busana, 63 siswa, dan Jurusan Teknik Komputer Jaringan (TKJ), 87 siswa.

Jumlah itu dibagi dalam tiga shift , sesi pertama, untuk ruang  I dan ruang II masing-masing, 30 siswa,  ruang III dan ruang IV masing-masing diisi 25 orang. Komposisi seperti itu tetap statis (tidak berubah,red) hingga sesi terakhir atau ketiga.

Soal kesiapan siswanya, ia optimis,  untuk penguasaan ilmu dan teknologi (IT) tidak diragukan karena siswa/i-nya telah dibekali ilmu komputer sejak mereka masuk kelas X –XII di sekolah itu.

Namun, untuk memastikan kemampuan siswanya, sekolah juga telah melakukan simulasi yang telah dilaksanakan sejak  24 -31 Januari 2019 lalu. Selain itu, dilakukan gladi bersih menjelang H- 5 pelaksanaan UNBK tahun ini.

“Berbekal itu semua, saya yakin anak-anak tidak mengalami kesulitan saat berhadapan dengan UNBK seperti sekarang ini,” kata dia dengan nada optimis.

Baca juga :  Gubernur NTT Mengajak DPRD TTU untuk Berpikir Global
Siswa kelas XII SMKN 3 Kupang tengah mengikuti UNBK Bahasa Indonesia pada hari pertama, Senin (25/3/2019)

Pantuan media ini, Senin(25/3/2019), Gubernur  NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Benyamin Lola, dan Kepala Bidang SMK/SMA Dinas P dan K NTT, Pius Rasi memantau langsung pelaksanaan UNBK hari pertama di Kota Kupang.

Satu persatu, rombongan Gubernur NTT memasuki Sekolah  Menengah Kejuruan (SMK), baik sekolah  negeri maupun sekolah swasta di Kota Kupang, untuk menyaksikan secara langsung pelaksanaan UNBK hari pertama.

Setiap sekolah yang dimasukinya, disambut antusias kepala sekolah bersama para guru masing-masing sekolah. Di SMKN 3 Kupang, rombongan gubernur ini disambut antusias oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SMKN 3 Kupang, Altje L. Papote,S.TP, M.Pd bersama rekan gurunya di pendopo sekolah itu.

Dari pendopo sekolah,  Plt Kepala SMKN 3 Kupang, Altje mengantar rombongan gubernur menuju ruangan ujian sambil menceritakan persiapan sekolahnya termasuk kekuatan fasilitas yang dimilikinya dalam  melaksanakan UNBK tahun ini. (ade)