176.560 Logistik Pemilu di TTS Rusak

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Setelah dilakukan sortir, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) menemukan 176.560 logistik pemilihan umum (Pemilu) yang diterima untuk daerah itu tahun ini mengalami kerusakan.

Disusul, dua kabupaten lainnya, Kabupaten Manggarai, 97.000, dan Kabupaten Belu, 89.836, dan kebanyakan kerusakannya karena kena rembesan tinta. Dari 15.036.486 logistik yang diterima KPU Kabupaten/Kota se-NTT, dari hasil sortir sementara, 11.258. 295 logistik dalam kondisi baik,  dan 617. 243 mengalami kerusakan, sebut Ketua KPU NTT, Thomas Dohu kepada wartawan di Hotel Sahid T-More Kupang, Minggu (24/3/2019).

Dari 15.036.486 logistik yang diterima, baru 78 persen yang sudah tersortir. Kerusakan logistik Pemilu itu pada umumnya ada tiga kategori, yakni bercak tinta yang mengenai kotak, baik itu kotak presiden, DPD,DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota  ataupun partai politik (Parpol), atau calon-calonnya berupa rembesan tinta, titik-titik tinta, dan coretan bekas tinta.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Kerusakan lain, menurut dia,  karena robek, baik posisinya di dalam maupun di pinggir. Ketiga, tidak tercetak, misalnya, halaman belakangnya harus ada pengesahan KPPS, tetapi tidak tercetak bagian belakang di Pilpres, dan kejadian seperti itu lebih banyak terdapat di Manggarai Timur.

Untuk logistik Pemilu di Manggarai Timur, lanjut Thomas,  sebanyak  15.000 –an logistik yang rusak. Untuk logistik yang sudah terima lama, tanggal 26 Maret 2019 sudah selesai disortir.

Sedangkan, yang dikirim belakang adalah Flores Timur (Flotim), Sikka, dan Manggarai Barat, dengan tambahan untuk logistik yang kurang di TTS, TTU, Malaka dan Rote Ndao dimana paling lambat sudah selesai sortir, 28 Maret 2019.

Baca juga :  Ampera Nasyid Voice MAN Mbay, Road To Grand Final

Berdasarkan laporan sementara yang diterimanya, dari  15.036. 884 logistik Pemilu yang didistribusi ke KPU Kabupaten/Kota se-NTT, sekitar 78 persen  sudah terima. Lima jenis logistik yang terdistribusi itu berupa, surat suara DPR RI, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, dan Presiden.

Kabupaten yang  masih mengalami kekurangan logistik, yaitu TTS, Belu dan Rote. Untuk  TTS, kata Thomas,  logistik yang sudah diterima, yaitu surat suara DPR RI dan DPRD Provinsi. Sedangkan, surat suara Presiden, DPD dan DPRD Kabupaten baru dikirim Minggu, 24 Maret 2019.

Terhadap logistik yang rusak itu, ia berjanji, siap diganti dalam tenggang waktu 2 minggu ke depan.  “Prinsipnya, tanggal 15 April 2019 semua logistik sudah terbungkus dalam kotak. Kita masih punya waktu 2 minggu ke depan untuk menggantikan logistik yang rusak, “ janjinya.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Realisasi Jalan Provinsi di Mabar

Sementara, jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan tanggal 15 Desember 2018 lalu di NTT sebanyak  3.391. 616 pemilih.

Aturannya, kata dia, jumlah surat suara berdasarkan DPT ditambah 2 persen dari jumlah itu per Tempat Pemungutan Suara (TPS) . Logistik yang ada dalam kotak  nanti berupa, surat suara, tinta, alas coblos, bantalan coblos,  segel, sampul, dan formulir. (ade)