Dalam Keterbatasan, SMK St. Theresia Nangalili Berani Laksanakan UNBK

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN. com- Dalam kondisi serba keterbatasan kekurangan ruangan kelas baru (RKB), kekurangan komputer, ketidakstabilan jaringan internet dan listrik yang sering mati hidup, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) St. Thresia Nangalili, Kecamatan Lembor Selatan, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap berani melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) tahun pertama tahun ini.

“Walaupun serba keterbatasan, kami tetap melaksanakan UNBK tahun pertama tahun ini. Kalau tidak berani memulai dari sekarang kapan lagi,” kata Kepala SMK St. Theresia Nangalili, Suster Chrissanta kepada media ini via telepon selulernya, Sabtu (23/3/2019).

Jumlah siswa di sekolahnya yang siap mengikuti UNBK tanggal 25-28 Maret 2019 ini sebanyak 36 orang siswa dari satu jurusan, yakni Jurusan Perhotelan. Jumlah itu, akan dilaksanakan dalam 2 shift dengan kekuatan 18 unit laptop dan 2 unit server.

Baca juga :  Akunitas, Cikal Bakal UMKM Mabar Resmi Terbentuk

Laptop yang ada itu, menurut Suster, semuanya pinjaman dari orangtua siswa. Hanya saja yang dikwatirkannya adalah jaringan Telkomsel yang kurang lancar, diperparah lagi dengan ketidakstabilan listrik dari PT. PLN yang sering padam.

“Kami di sini, listriknya kadang mati selama satu hari dan bisa juga sampai dua hari. Kalau listriknya padam, maka otomatis jaringan internetnya juga terganggu, bahkan tidak ada sama sekali,” keluhnya.

Mengantisipasi hal itu, sekolahnya sudah berusaha untuk membeli mesin generator dengan kekuatan 5 kilo watt (KW) yang sesuai dengan kekuatan 18 unit laptop dan 2 server yang ada. Sedangkan untuk mengantisipasi ketidaklancaran jaringan internet, pihaknya juga sudah berusaha membelikan modem dari Surabaya.

Baca juga :  Gubernur NTT : Musik Harus Dimaknai Sebagai Sebuah Pesan

“Kami sudah melakukan uji coba penggunaan modem ini  saat melakukan simulasi. Sehingga ketika listrik dari PT. PLN padam, kami menggunakan modem dan jaringan internetnya lumayan lancar,” kata Suster.

SIMULASI- Siswa kelas XII Jurusan Perhotelan SMK St. Theresia Nangalili saat melakukan simulasi di sekolah itu, belum lama ini. (Foto : Dokumen Sekolah)

Terhadap keterbatasan fasilitas yang dimiliki sekolahnya, ia berupaya untuk mengajukan proposal bantuan pengadaan komputer ke  pemerintah provinsi (Pemprov) NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT dalam waktu dekat ini, sehingga secara bertahap bisa teratasi. Selain ketiadaan komputer, sekolahnya juga mengalami kekurangan ruang kelas baru (RKB).

“Siswa yang ada sekarang tersebar pada 5 rombongan belajar (Rombel). Sementara, ruangan yang layak pakai hanya 1 ruangan. Sedangkan 4 Rombel lainnya terpaksa kami menggunakan ruang kelas SMPK Gaya Baru. Karena itu, kami mohon perhatian Pemprov NTT melalui Dinas P dan K NTT untuk membantu membangun 4 RKB,”tutupnya. (ade)