KPU RI Belum Menjawab Usulan Penundaan Pemilu di Flotim

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Hingga Selasa, 19 Maret 2019, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum menerima jawaban resmi dari Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI) terkait usulan penundaan pelaksanaan pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 mendatang di Kabupaten Flores Timur (Flotim) karena bersamaan dengan prosesi Smana Santa.

“Saat saya menghadiri dialog yang digagas KPUD Flotim bersama  Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Flotim, para tokoh agama (Toga), partai politik (Parpol),  dan masyarakat  Flotim belum lama ini di Larantuka, pada intinya masyarakat mengusulkan penundaan hari pemungutan suara pada Rabu, 17 April 2019 karena bersamaan dengan persiapan prosesi Smana Santa di daerah itu.

Kami sudah menyampaikan aspirasi itu secara bulat ke KPU RI, namun hingga hari ini belum ada jawaban,” kata Ketua Bidang Divisi Data KPU NTT, Frans V. Diaz didampingi Ketua KPU NTT,  Thomas Dohu  bersama dua rekan anggota KPU NTT, Yosafat Koli, dan  Lodowik Frederik saat jumpa pers di KPU setempat, Selasa (19/3/2019).

Baca juga :  Hadiri Tahbisan Imam, Wagub : Jadilah Duta NTT di Luar Negeri

Dalam dialog dengan KPUD Flotim bersama Pemkab Flotim, paraToga, Parpol dan masyarakat kala itu,  kata Frans,  pada intinya masyarakat mengharapkan adanya penundaaan Pimilu di Flotim karena bersamaan dengan kegiatan kerohanian.

“Secara tehnis, kami sudah melakukan koordinasi dengan KPUD Kabupaten  Flotim  untuk mensiasati kalau pelaksanaan hari pemungutan suara itu tetap dilaksanakan pada Rabu, 17 April 2019, maka untuk jadwal plenonya kami laksanakan mulai pada paskah kedua, Senin, 22 Maret 2019.  Dan‘ itu sudah disepakati bersama mulai dari penyelenggara tingkat bawah hingga kabupaten,” jelas Frans.

Ia menyebutkan, ada 98 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kecamatan Larantuka yang berdampak langsung dengan kegiatan prosesi Smana Santa. Sehingga kalau dipaksakan pemungutan suaranya tetap dilaksanakan sesuai jadwal pada Rabu, 17 April 2019, maka pleno di tingkat kecamatan dilakukan pada paskah kedua, Senin, 22 Maret 2019.

Baca juga :  Pemkab Kupang Siap Menata Pasar Oesao

Pada tempat yang sama, Ketua Bidang Divisi Sosialisasi KPU NTT, Yosafat Kolli mengatakan, apapun keputusan  KPU Pusat terkait pelaksanaan pemungutan suara di Flotim, sebagai penyelenggara di tingkat bawah tetap tunduk.

“Tugas kami, sebatas menyampaikan aspirasi masyarakat Flotim ke KPU Pusat untuk dipertimbangkan. Apapun keputusannya, apakah  jadwalnya maju atau mundur ataukah tetap pada jadwalnya  tanggal 17 April 2019, sebagai penyelenggara tentu kami selalu siap,” cetusnya.

Karena itu, strateginya adalah memastikan seluruh penyelenggara, terutama  di tingkat Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di 98 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang berdampak langsung  di Flotim diambil dari masyarakat yang tidak menjadi panitia kegiatan prosesi Smana Santa di Larantuka.

“ Kami juga berharap  mudah-mudahan KPU Pusat mempertimbangkan lain atas situasi ini, terutama menanggapi aspirasi masyarakat Flotim, pemimpin agama dan pimpinan daerah setempat di sana. Ini yang menjadi harapan kita bersama,” ujarnya.

Baca juga :  Rentangkan Sayap Organisasi, IMO-Indonesia Kukuhkan Delapan DPW

Tentang masih banyaknya logistik yang belum tiba di semua kabupaten/kota di NTT, terutama surat suara  atau kerusakan logistik lainnya, menurut Yos, itu sudah merupakan kewajiban penyedia barang untuk menggantikannya.

Agar tidak terulang lagi kejadian yang sama, ia menghimbau penyedia barang, untuk tidak menggunakan transportasi serupa,  dan dalam situasi emergensi sebaiknya menggunakan pesawat udara saja. (ade)