Pemkot Kupang Siap Bagikan Bantuan Stimulan Pada Korban Angin Kencang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Menurut rencana, Sabtu, 16 Maret 2019, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang siap membagikan bantuan stimulan berupa uang tunai kepada para korban yang rumahnya tertimpa angin kencang pada Minggu, 10 Maret 2019 lalu.

Bantuan stimulan itu berupa uang tunai dengan tiga kategori, kerusakan ringan berkisar antara Rp 500.000 – Rp 2, 5 juta per kepala keluarga (KK), kerusakan sedang berkisar antara Rp 2,5 juta – Rp 5 juta per KK , dan kerusakan berat berkisar antara Rp 5 juta – Rp 7 juta per KK  ditambah dengan bantuan beras.

Informasi itu disampaikan Komandan Operasi Tanggap Darurat Bencana Angin Kencang Wilayah Kota Kupang yang adalah Danramil 1604-01/Kota Kupang, Mayor Inf. Harjito kepada media ini di Sekretariat Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Angin Kencang Kota Kupang, Jumat (15/3/2019).

Baca juga :  Gubernur NTT : “Saya Tidak Mau Sumba Terus Miskin”

Bantuan stimulan dari pemerintah ini, menurut dia, hanya sekedar dana pancingan saja untuk membangun kembali rumah para korban, selebihnya masyarakat sendiri yang berusaha.

Menurut rencana, pembagian bantuan stimulan itu dipusatkan di enam kantor  camat yang ada di Kota Kupang, dimana para korbannya didampingi Ketua RT, Ketua RW, Lurah dan Camatnya masing-masing.

Sementara total korban yang mendapat bantuan stimulan itu, kata Harjito, berdasarkan laporan yang masuk ke Sekretariat Posko Komando Penanganan Darurat Bencana Angin Kencang Kota Kupang hingga Kamis, 14 Maret 2019 malam, jumlah korban yang rumahnya rusak diterjang angin kencang, Minggu, 10 Maret jam 09.45 Wita itu sudah  mencapai  728 rumah.

Baca juga :  PLN Operasikan Transmisi Pertama di Kabupaten Sikka, Listrik Siap Dukung Investasi di Pulau Flores
RUMAH ROBOH – Rumah milik Selfiana Buitlena, Warga Kelurahan Manulai II, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang roboh total diterjang angin kencang, Minggu (10/3/2019)

Jumlah itu, tersebar pada enam kecamatan di Kota Kupang, yakni Maulafa, Kota Raja, Alak, Oebobo, Kota Lama, dan Kelapa Lima.  Dari laporan itu, tim terpadu gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, TNI, dan Tagana Brimod Polda NTT turun ke lapangan untuk melakukan verifikasi.

Dari 728 rumah yang dilaporkan, yang sudah terverifikasi 606 rumah dengan rincian, 18 rumah mengalami rusak berat, rusak ringan, 59 rumah, dan rusak sedang, 529 rumah.  Sedangkan sisa 122 rumah lainnya belum terverifikasi karena posisinya, menurut dia,  terpencar-pencar.

“Karena itu, kita melibatkan RT,RW, Lurah dan Camat untuk membantu melakukan investigasi ke rumah para korban yang tertimpa bencana angin kencang itu. Diharapkan, selama penetapan status tanggap darurat tujuh hari ke depan, terhitung sejak tanggal 12 – 18 Maret 2019 sudah terdata semua korbannya,” harap dia.

Baca juga :  Projakop Mitra Sejahtera Akan Lakukan Ekspansi Hingga Desa/Kelurahan di NTT

Ia juga mengatakan, para korban yang rumahnya mengalami kerusakan berat, untuk sementara mengungsi tahan di rumah keluarga atau tetangga sekitarnya. Sedangkan para korban yang rumahnya mengalami kerusakan sedang dan ringan tetap bertahan di rumahnya masing-masing. (ade)