Disparekraf NTT Lakukan Pembenahan di Sejumlah Destinasi Wisata

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Dalam rangka meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Nusa Tenggara Timur (NTT) terus melakukan pembenahan di sejumlah kawasan destinasi wisata yang ada.

“Kami punya target dari tiga daerah destinasi, yakni Pantai Lasiana, Gua Monyet (sekarang disebut Kampoeng Seni,red) di Wilayah Kota Kupang dan daerah destinasi Moni di Ende bisa memperoleh pemasukan sebesar Rp 400 juta bahkan melampaui tahun ini,” janji Sekretaris Disparekraf NTT, Beni Wahon kepada media ini di Kupang, Kamis (14/3/2019).

Sektor-sektor lain dari pariwisata yang ikut memberi kontribusi, seperti perhotelan, restauran,  pedagang kuliner dan lain-lain turut memberi andil terhadap peningkatan pendapatan  domestik regional bruto ( PDRB).

Baca juga :  PLN Amankan Kunjungan Sehari Presiden Jokowi di Labuan Bajo

“Secara nasional memang PDRB kita di NTT masih kecil atau baru mencapai 10-an persen. Karena itu, kita perlu melakukan akselerasi pendapatan devisa dari sektor pariwisata melalui  pembenahan kawasan destinasinya, memperbanyak atraksinya, dan memperbanyak promosinya,” sebut Beni.

Ia optimis, kalau ketiga-tiganya  berkolaborasi maka jumlah wisatawan juga banyak yang datang ke NTT, dan lama tinggalnya lebih lama lagi dari sebelumnya hanya rata-rata 2,7  hari bisa menjadi 4 hari.

Disparekraf NTT juga akan mengejar target yang diberikan Gubernur NTT sebanyak 3 juta kunjungan wisatawan, baik wisawatan mancanegara maupun nusantara ke NTT hingga tahun 2023 mendatang atau kalau dibagi per tahun berkisar antara 600.000 – 700.000 kunjungan wisatawan.

Baca juga :  773.304 Masyarakat NTT Belum Menjadi Peserta JKN –KIS

Terkait upaya peningkatan Bandara Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat untuk menjadi Bandara Internasional, sehingga wisatawan mancanegara langsung terbang ke sana untuk melihat Taman Nasional Komodo (TNK)  dan sejumlah destinasi lain di sana, kata Beni, sedang dalam perjuangan dengan pemerintah pusat.

“Mimpin kita seperti itu, sehingga dari luar negeri, terutama negara-negara tetangga, seperti Australia, Timor Leste, Malaysia, dan Singapura bisa langsung terbang ke Labuan Bajo,” harapnya. (ade)