Zuhudan Sesalkan Oknum Perusak Balihonya

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Zuhudan, calon legistif (Caleg) nomor urut 3 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) daerah pemilihan (Dapil) II, Kabupaten Kupang periode 2019-2024 menyesalkan perbuatan oknum masyarakat yang merusak dan mencuri baliho miliknya yang dipasang di lokasi RT 04/RW 02, Dusun I, Desa Eno Lanan, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tanggal 3 Maret 2019 sekitar pukul 16.00 Wita (jam 04 sore).

Kepada media ini, Rabu (13/3/2019), Zuhudan  mengatakan, masalah itu sudah dilaporkan timnya bernama Adam Alexander Beis kepada Pengawas Kecamatan (Panwascam) Amabi Oefeto Timur, pada tanggal 6 Maret 2019.

Laporan itu diterima Koordinator SDM dan Organisasi Panwascam Amabi Oefeto Timur, Apolos Saebani. Barang bukti (BB) yang dilaporkannya, berupa foto lubang tempat ditancapnya tiang baliho foto calegnya, dan foto dua kayu tiang penyangga baliho.

Barang bukti berupa kayu penyangga baliho milik Caleg Zuhudan

Menurut saksi mata di lapangan, kata Zuhudan, diduga pelakunya berinisial S.N dengan mengendarai sepeda motor berwarna hitam melintas di lokasi tempat pemasangan baliho miliknya.

Dua saksi mata yang melihat perbuatan pelaku saat melakukan pengrusakan baliho itu masing-masing, Adriana Nabunome, dan Orance Misa di Polen, RT 04/RW 2, Dusun I, Desa Eno Lanan, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang.

Baca juga :  Wagub NTT: Terima Kasih PT. SMI

Sedangkan barang bukti berupa baliho sudah dibawa oleh pelaku. Korban juga tidak memiliki dokumen vidio pengrusakan baliho atau foto pelaku saat kejadian karena saat itu korban sendiri tidak berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kurang Alat Bukti Materil

Inilah lubang ditancapnya baliho milik Caleg Zuhudan di RT 04/RW 02, Dusun I, Desa Eno Lanan, Kecamatan Amabi Oefeto Timur, Kabupaten Kupang.

Secara terpisah, Ketua Panwascam Amabi Oefeto Timur, Yefta Sabuna yang juga Kordinator Divisi  Hukum saat dihubungi media ini via telepon selulernya, Rabu (13/3/2019) mengaku sudah menerima laporan dari tim Caleg PPP  nomor urut 3, Dapil II Kabupaten Kupang, Zuhudan,ST bernama Adam Alexander Beis pada tanggal 6 Maret 2019 jam 10.10 Wita dengan terlapor berinisial S.N.

Berdasarkan laporan itu, pada hari yang sama sekitar pukul 15.00 Wita, timnya langsung turun ke lokasi kejadian untuk melihat kondisi riil di lapangan.   Selanjutnya, mereka melakukan pengkajian, apakah memenuhi syarat materil dan formil atau tidak untuk dibawakan kedalam rapat pleno.

“Di dalam kajian itu, kami menemukan beberapa syarat materil yang belum dipenuhi seperti, vidio  atau foto pengrusakan yang dilakukan terlapor, dan bukti baliho yang terpasang foto Caleg PPP bernama Zuhudan.

Baca juga :  Helikopter BNPB Jemput Sampel Swab di Nagekeo

Terhadap kekurangan syarat materil itu, ia telah menyurati pelapor untuk melengkapi barang bukti yang dibutuhkan dalam  tempo 3 hari  hingga batas terakhir tanggal 11 Maret 2019 . “Kami tunggu dokumen yang dibutuhkan itu tanggal 11 Maret 2019  hingga pukul 16.00 Wita petang, namun pelapor tidak membawanya,” terang Yefta.

Secara formil memang, menurut dia, sudah lengkap. Namun, untuk melanjutkan pemeriksaan kasus ini dengan memanggil terlapor dan para saksi harus didukung dengan bukti materil yang disebutkan di atas.

Menurut pelapor, kata Yefta, barang bukti berupa vidio atau foto pengrusakan dan foto baliho itu tidak ada lagi.  Karena itu, pihaknya melakukan koordinasi dengan Panwaslu Kabupaten Kupang, apakah tanpa dokumen yang disebutkan itu prosesnya  bisa dilanjutkan atau tidak, ternyata  jawaban Panwaslu Kabupaten Kupang, tidak bisa dilanjutkan, jelas dia.

“Dasar itulah, kami tidak bisa melanjutkan kasus ini. Namun, secara tanggung jawab moril saya tetap memanggil pihak yang diduga terlapor berinisial S.P itu hanya sebatas memberi peringatan saja, supaya tidak terulang lagi kejadian serupa.

Terkait barang bukti berupa foto lubang tempat dimana ditancapkan baliho dan foto dua kayu penyangga baliho milik Caleg Zuhudan yang didukung dengan keterangan saksi mata, yakni Adriana Nabunome, dan Orance Misa, bagi Sabuna, itu belum cukup.

Baca juga :  Kondisi 24 September 2020, NTT Tambah 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid—19

Sebelumnya, Koordinator SDM dan Organisasi Panwascam Amabi Oefeto Timur, Apolos Saebani mengaku, dirinyalah yang menerima laporan pengaduan pengrusakan baliho milik Caleg Zuhudan saat itu.

“Setelah  kami menerima laporan, langsung turun ke lapangan, dan memang benar ada kejadian seperti itu.  Tetapi, kami tidak menemukan barang bukti (BB) berupa baliho yang dirusaki pelaku, kecuali bekas lubang yang ditancap baliho dan dua batang kayu penyangga baliho,” jelasnya.

Bukti yang diterimanya melalui foto itu hanya bekas lubang tanah tempat baliho ditancap dan dua kayu penyangga baliho yang dibuang di pinggir jalan.  Sesuai aturan, ujar dia,  laporan itu harus memenuhi unsur materiil dan formil, baru bisa memanggil saksi-saksi dan terlapor. (ade/len)