Enam Alat Berat Diturunkan ke Lokasi Bencana di Mabar

MBELILING, NTT PEMBARUAN.com-  Enam alat berat sejenis ekskavator diturunkan ke lokasi bencana longsor di 17 titik longsoran dan patahan di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  selama tiga hari berturut-turut, sejak tanggal 7 – 9 Maret 2019.

“Saat ini, kami masih fokus menangani Jalan Nasional  yang menghubung Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat  – Ruteng, Kabupaten Manggarai dan sejumlah kabupaten lainnya di Wilayah Flores,”  kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), Ir. Oktovianus Andi Bona  yang dihubungi media ini melalui WhatsApp (WA), Sabtu (9/3/2019).

Menurut Bona yang akrab di sapa Ovan ini, bencana kali ini merupakan bencana besar yang melandai Kabupaten Manggarai Barat. Banjir bandang dan longsoran di daerah itu  akibat  hujan lebat yang mengguyur sejak Rabu, 6 Maret 2019 malam hingga Kamis, 7 Maret 2019.

Dampak  dari itu, mengakibatkan dua jembatan di Jalan Trans Flores Labuan Bajo –Ruteng ambruk diterjang banjir bandang dan longsoran tanah, sehingga arus transportasi di daerah itu untuk sementara putus total.

Dua jembatan yang putus itu, masing-masing Jembatan Wae Lia dan Jembatan Wae Mese, hingga Sabtu, 9 Maret 2019 belum bisa dilewati kendaraan, karena kondisi medannya cukup sulit dan sangat membahayakan.

Baca juga :  Terkait Krisis Air Bersih, Direktur PDAM Wae Mbeliling Ajak Masyarakat Compang Longgo Kerjasama

Enam alat berat yang melakukan pembersihan di sepanjang Jalan Nasional yang terkena tumpukan longsoran tanah itu masing-masing dari arah Ruteng, 3 alat berat dan dari arah Labuan Bajo, 3 alat berat.

Kepada masyarakat, ia berharap,  untuk tetap bersabar karena medan yang dilewati oleh alat berat itu  cukup sulit dan sangat berbahaya. “Langkah darurat untuk bisa terhubung kembali arus transportasi Labuan Bajo – Ruteng dengan cara melakukan pembersihan tumpukan longsor yang menutupi badan Jalan Nasional di wilayah itu,” kata Bona.

Lokasi longsor di Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (9/3/2019).

Secara terpisah, Kasubag Tata Usaha Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) X Kupang,  Anwar Djaha saat dihubungi media ini via telepon, Sabtu (9/3/2019)  mengatakan, rombongan Kementerian PUPR bersama Kepala BPJN X Kupang turun ke lapangan untuk melihat secara dekat kondisi riil infrastruktur jalan dan jembatan di Jalan Trans Flores yang rusak parah akibat diterjang banjir bandang dan longsoran tanah yang terjadi, Kamis (7/3/2019).

“Hari ini (Sabtu, 9/3/2019,red) rombongan Kementerian PUPR dan Kepala BPJN X Kupang turun ke lokasi bencana di Mabar. Dari hasil pantauan itu nanti baru diambil sikap untuk dilakukan penanganan,” kata Anwar.

Baca juga :  HUT Bank NTT ke-59, Gubernur Laiskodat Berikan Apresiasi

Pantuan media ini di lokasi bencana di Desa Culu, dan  Desa Tondong Belang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Sabtu (9/3/2019),  semua kendaraan dari ujung timur Flores termasuk dari Ruteng, dan Lembor tidak bisa tembus ke Labuan Bajo, Ibu Kota Manggarai Barat karena dua jembatan yang menghubungi kedua daerah itu putus total.

Nampak, sejumlah alat berat baik  dari arah Labuan Bajo maupun dari arah Ruteng sedang sibuk melakukan pembersihan dan mengangkat tumpukan tanah yang menutupi badan jalan di ruas Jalan Nasional Labuan Bajo – Ruteng.

Informasi yang dihimpun media ini di lokasi bencana, Sabtu (9/3/2019), dari 8 korban jiwa yang tertimbun longsor, 4 orang diantaranya sudah ditemukan. Sedangkan sisanya sedang dalam pencarian.

 

Salah satu titik longsor di ruas Jalan Nasional Labuan Bajo – Ruteng

Nampak, Bupati Manggarai Barat, Drs. Agustinus Ch Dula, Wakil Bupati Manggarai Barat, drh. Maria Geong, Ph.D bersama unsur Forkopimda, Kajari Labuan Bajo, Julius Sigit Kristanto, SH,MH, Kapolres Manggarai Barat, AKBP Julisa Kusumowardono, SIK, M.Si melakukan peninjauan ke sejumlah titik longsor yang menewaskan delapan  orang korban jiwa itu.

Tim  gabungan yang terdiri dari Anggota Polres Manggarai Barat, Brimob Subden 4 Labuan Bajo, staf Kejari Labuan Bajo, Basarnas, Anggota Pol PP Manggarai Barat bersama warga setempat secara gotong royong  dengan menggunakan skop dan pacul  menggali  tumpukan longsoran tanah untuk mencari para korban yang masih tertimbun longsor.

Baca juga :  Pemprov NTT Menyampaikan Duka Cita Atas Meninggalnya Bupati Lembata

Pencarian para korban secara manual dengan menyandalkan tenaga manusia itu, karena akses jalan dari Labuan Bajo untuk masuk alat berat ke lokasi bencana itu sangat sulit karena timbunan material longsor  dan kondisi Jembatan Wae Mese  yang rusak parah diterjang banjir bandang dan longsor di daerah itu.

Rombongan Bupati Manggarai Barat Drs. Agustinus Ch Dula ini berjalan kaki menuju Kapela Stasi Culu, tempat para pengungsi bencana longsor mengungsi sementara.

Dihadapan para korban bencana, Bupati Dula berjanji, akan bekerja maksimal menyingkirkan timbunan longsor, dan memberikan bantuan logistik  serta pelayanan kesehatan kepada para korban. (ade/ojo)

Komentar