269 Siswa SMA Nesi Neonmat Kota Kupang Ikut USBN

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Sebanyak 269 siswa kelas XII SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), sejak tanggal 4 Maret 2019 mulai melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolahnya.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, karena sejak sekolah ini berdiri tahun 2006 lalu, baru pertama kali tahun ini dipercayakan untuk melaksanakan USBN di sekolah sendiri. Tahun-tahun sebelumnya masih nebeng di sekolah lain,” aku Kepala SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang, Simon Nesi, A.Md kepada NTT PEMBARUAN.com di sekolahnya, Selasa (5/3/2019).

Jumlah peserta USBN yang ada itu dibagi dalam 13 ruangan, dan masing-masing  ruangan, 20 orang siswa diawasi oleh dua guru pengawas, sehingga total guru pengawas yang diterjunkan ke sekolah itu sebanyak 26 orang dengan sistem pengawasan silang.

Guru-guru  pengawas yang dikirim oleh Musyawarah Kegiatan Kepala Sekolah (MKKS) Kota Kupang itu didatangkan dari  5 sekolah, yakni SMA PGRI, 8 orang , SMA Beringin, 6 orang,  SMA Sudirman, 6 orang, SMA Plus Olahraga, 4 orang, SMA Flobamor, 2 orang, sehingga totalnya mencapai 26 orang.

Baca juga :  Basarnas Kupang Berhasil Evakuasi Kapal Penampung Ikan yang Mengalami Lost Contact

Karena sistem yang diterapkan adalah pengawasan silang, maka sekolahnya juga mengirimkan 22 guru untuk melakukan pengawasan USBN di sekolah lain masing-masing, 8 orang guru mengawas di SMA PGRI, 6 guru mengawasi di SMA Beringin, 6 orang guru lagi  mengawasi di SMA Sudirman, dan  2 guru mengawasi  di SMA Flobamor.

Simon mengatakan, untuk Kota Kupang,  jadwal pelaksanaan USBN-nya sudah disepakati bersama dalam rapat MKKS Kota Kupang, dimana pelaksanaannya dilaksanakan secara serentak mulai tanggal 4 Maret 2019 dilanjutkan tanggal  5 Maret 2019.

Kemudian tanggal 6 Maret 2019, atas usulan salah satu kepala sekolah yang adalah seorang Romo yang mengusulkan dalam rapat MKKS untuk libur pada hari Rabu, 6 Maret 2019 karena bagi umat Katolik hari itu merupakan hari Rabu Abu yang ditandai dengan misa penerimaan abu di dahi di semua Gereja Katolik, baik di Kota Kupang maupun di seluruh dunia. Atas usulan itu, maka dalam rapat MKK Kota Kupang sepakat pelaksanaan USBN pada Rabu, 6 Maret 2019 ditunda. Begitupun tanggal 7 Maret 2019 tidak dilaksanakan USBN, karena bertepatan dengan hari libur nasional, yakni Hari Raya Nyepi.

Baca juga :  Usulan Pendirian SMKN Dari Masyarakat Wewa Sementara Dalam Kajian Dinas P dan K NTT

USBN kembali dilanjutkan tanggal 8 dan  9 Maret 2019. Kemudian, tanggal 11-12 Maret 2019 dilakukan gladi bersih. Selanjutnya, tanggal 13, 14 dan 15 Maret 2019 baru dilanjut  lagi USBN. Ia menyebutkan, di sekolahnya terdapat dua jurusan, yakni Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

USBN hari pertama, 4 Maret 2019 untuk Jurusan IPA, Mata Pejalaran Pendidikan Agama dan Kimia, dan Jurusan IPS, Pendidikan Agama dan Ekonomi. Hari kedua, Selasa, 5 Maret 2019, Jurusan IPA, Pendidikan Kewarganegaraan dan Fisika, sedangkan Jurusan IPS, Pendidikan Kewarganegaraan dan Sosiologi.

Tanggal 8 -9 Maret 2019 untuk dua jurusan mata pelajaran yang sama, yakni Matematika, Bahasa Inggris dan Sejarah.  Selanjutnya, tanggal 13 Maret 2019, untuk Jurusan IPA, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Biologi, sedangkan Jurusan IPS, Mata Pelajaran Bahasa Indonesia dan Geografi.

Tanggal 14-15  Maret 2019 USBN untuk dua jurusan mata pelajaran yang sama, yaitu Seni Budaya, TIK, PJOK dan Ketrampilan.

Standar Kelulusan 7,5

Kepala SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang, Simon Nesi, A.Md

Karena pemerintah telah mengembalikan kepada sekolah untuk menentukan kelulusan yang dilihat dari hasil USBN dan karakter anak, maka sekolahnya juga telah mematokan standar nilai kelulusan tahun ini 7,5 ke atas.

Baca juga :  Bupati Nagekeo Sambangi Komunitas Wisata Gua Jepang Rane

“Jadi, siswa tidak boleh belajar santai-santai saja, baik dalam menghadapi USBN maupun UNBK nanti.  Dan’ kalau nilainya di bawah 7,5, maka dengan sendirinya dinyatakan tidak lulus,” tegas Simon.

Ia juga bertekad, untuk bersaing dengan sekolah-sekolah negeri dan sekolah –sekolah swasta ternama di Kota Kupang. Karena itu, ia berharap, kelulusan di sekolahnya tahun ini bisa mencapai 100 persen.

Terkait persiapan siswanya dalam menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) awal April 2019 mendatang, kata Simon, siswanya sudah siap. Untuk pelaksanaan UNBK, lanjut dia, tahun ini masih nunut di SMKN 2 Kota Kupang  yang sudah memiliki fasilitas yang memadai. (ade)

Komentar