Nilai USBN Penentu Kelulusan Siswa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Nilai Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) sangat menentukan kelulusan siswa. Sebab, yang menentukan kelulusan adalah   sekolah melalui rapat dewan guru dilihat dari hasil USBN dan karakter anak.

Sedangkan nilai Ujian Nasional (UN), baik dalam bentuk Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) bukan penentu kelulusan, tetapi hanya  pemetaan mutu pendidikan sebagai standar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya.

Misalnya, dari tamat SMP nilai UN ini dipakai untuk melanjutkan ke SMA/SMK atau dari tamat SMA/SMK  dipakai untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi termasuk memasuki dunia kerja.

“Hari ini (Senin, 4/3/2019,red)  semua SMA/SMK di NTT mulai melaksanakan USBN. Mengapa disebut USBN, karena 75 persen soalnya disusun oleh guru mata pelajaran (GMP)  dan 25 persen disusun oleh pusat,” jelas Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur ( Dinas P dan K NTT), Alo Min kepada media ini di Kupang, Senin (4/3/2019).

Baca juga :  Wabup Kupang : Manfaatkan Dana Desa Sesuai APBDes

Alo juga menginformasikan, bahwa pelaksanaan UN untuk SMK dimulai tanggal 24-28 Maret 2019, dilanjutkan UN SMA dari tanggal 1,2, 4 dan 8 April 2019 dan UN SMP dimulai tanggal 24 – 28 April 2019 mendatang.

Selanjutnya, untuk UNBK tingkat SMA di NTT sebanyak  230 sekolah atau  82,44 persen dengan jumlah peserta, 21.481 siswa. Sedangkan  SMK yang mengikuti UNBK sebanyak  424 sekolah  atau 70,30 persen dengan jumlah peserta, 50.918 siswa dan SMP yang mengukuti UNBK sebanyak 327 sekolah atau  18,27 persen  dengan jumlah peserta, 30.934 siswa.

Yang masih mengikuti UNKP, lanjut dia, SMK sebanyak 49 sekolah, atau 17,56 persen dengan jumlah peserta, 2.534 siswa. Sedangkan SMA yang masih mengikuti UNKP sebanyak 179 sekolah atau 29,68 persen dengan   jumlah  peserta, 12.723 orang.

Baca juga :  Konsulat Jenderal RRT Dukung Gubernur NTT Kembangkan Pariwisata

Kemudian, SMP yang masih mengikuti UNKP sebanyak 1.420 sekolah atau 81, 28 persen dengan jumlah peserta, 80.709 siswa. Sekolah-sekolah yang belum melaksanakan UNBK tahun ini, menurut Alo, karena belum memiliki jaringan listrik, tidak ada jaringan internet, tidak memiliki fasilitas komputer dan server.

Kata Alo, memang ada sekolah yang tidak memiliki jaringan listrik dan komputer, tetapi dia bisa nebeng ke sekolah yang terdekat dengan radius tidak boleh lebih dari 5 kilo meter.  Saat ini, tambahnya lagi, soal-soal UNKP untuk SMA/SMK dan SMP sementara dicetak di Percetakan Pura Kudus, Jawa Tengah yang sudah ditentukan oleh pusat. UNKP ini juga akan diikuti oleh Sekolah Luar Biasa (SLB) sebanyak 190 siswa, SMPLB 169 siswa, dan SMALB, 130 orang. (ade)