Dohu : “Mari Kita Bergandengan Tangan Sosialisasi Pemilu 2019”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Thomas Dohu mengajak seluruh lapisan masyarakat di bumi Flobamora untuk bergandengan tangan melakukan sosialisasi pemilihan umum (Pemilu) Tahun 2019.

“Mari kita sama-sama berteriak tentang hari pemungutan suara tanggal 17 April 2019 mendatang,” ajak Thomas saat membuka  Sosialisasi Kelembagaan dan Kesiapan Menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 di Sotis Hotel  Kupang, Sabtu (2/3/2019)

Hadir dalam sosialisasi itu, lima  Anggota Komisioner KPU Provinsi NTT masing-masing, Thomas Dohu (ketua) bersama empat anggota lainnya, yakni Yosafat Koli, Frans V. Diaz, Lodowik Frederik dan Jefri  A. Galla.

Jumlah peserta yang hadir 150 orang terdiri dari unsur partai politik (Parpol), organisasi kemahasiswaan,calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Badan Kesbangpol NTT, , Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) NTT, organisasi kepemudaan, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Bawaslu NTT, komunitas peduli pemilu, komunitas distabilitas,  panitia adhock tingkat kecamatan, dan  media masa.

Thomas menjelaskan, dalam pelaksanaan tugas KPU sebagai penyelenggara Pemilu dan dalam Undang-Undang (UU) Nomor : 7 Tahun 2017, dimana penyelenggaraan Pemilu telah menetapkan tahapan jadwal kegiatan sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan KPU Nomor : 7 Tahun 2017 yang telah diubah dengan Peraturan KPU Nomor : 32 Tahun 2018.

Baca juga :  Sumba Barat Kirim 228 Sampel Swab ke Kupang

Dari aspek tahapan penyelenggara, ia menyebutkan, ada 11 tahapan yang diselenggarakan oleh KPU dalam masa penyelenggaraan Pemilu.  Saat ini, KPU memasuki tahapan ke-7, yaitu tahapan kampanye.

“Tahapan yang sudah dilaksanakan antara lain, pemutahiran data pemilih, penetapan peserta pemilu, dan ke depan kita akan mempersiapkan tahapan puncak pemilu, yaitu pemungutan dan penghitungan suara, rekapitulasi hasil penghitungan suara, penetapan hasil Pemilu, pengambilan sumpah dan janji calon presiden, calon wakil presiden,  calon anggota DPD, calon anggota DPR, calon anggota DPRD Provinsi, dan calon anggota  DPRD Kabupaten/Kota.

Dalam masa penyelenggaraan itu, kami sebagai penyelenggara wajib dan harus memberitahukan kepada publik bahwa kami yang menyelenggarakan Pemilu minimal publik di NTT mengetahui peran dan tugas serta apa yang kami lakukan. Untuk itu semua, maka perlu dilakukan sosialisasi. Kami berharap, sosialisasi ini memberi pemahaman kepada masyarakat NTT bahwa sebagai penyelenggara bukan hanya ada di provinsi, tetapi juga di 22 kabupaten/kota se-NTT,” sebut  Thomas yang juga Mantan Ketua KPU Manggarai Barat ini.

Ia juga perlu memberitahukan kepada masyarakat NTT, bahwa untuk NTT baru 20 kabupaten/kota yang sudah terbentuk lembaga KPU-nya. Sedangkan dua kabupaten lainnya, yakni KPU Ende masa tugas kepengurusan lamanya  baru berakhir pada tanggal 7 April 2019 mendatang.

Baca juga :  Gubernur NTT Dampingi Menteri Kelautan dan Perikanan ke Kabupaten Kupang

Sementara untuk Kabupaten Sabu Raijua, saat ini sedang dilakukan rekrutmen anggota KPU yang baru. Namun, ia yakin, dua KPU yang disebutkannya  tidak mengganggu tahapan yang sedang berjalan saat in. “Kami yakin, anggota Komisioner KPU yang baru nanti tinggal melanjutkan tahapan –tahapan yang sudah diagendakan,” ujarnya.

Terkait Persiapan Paskah di Flotim

Ketua Bidang Divisi Sosialisasi KPU NTT, Yosafat Koli saat memberikan sosialisasi di Sotis Hotel Kupang, Sabtu (2/3/2019)

Pada tempat yang sama, Ketua Bidang Devisi Sosialisasi KPU NTT, Yosafat Koli mengatakan, KPU NTT juga telah menginformasikan ke KPU Pusat terkait pada hari pemungutan dan penghitungan suara, Rabu, 17 April 2019 mendatang di Kabupaten Flores Timur (Flotim) yang bersamaan dengan hari pekan suci.

Menurut dia, pada hari Rabu, 17 April 2019,  umat Katolik di Kabupaten Flores Timur (Flotim) bersamaan dengan awal pekan suci persiapan paskah dan persiapan prosesi Smana Santa yang biasa dilakukan setiap tahun di daerah itu. Setelah itu, dilanjutkan dengan misa Kamis Putih, Jumat Agung, Sabtu Aleluya, Minggu Paskah dan Senin paskah kedua.

“Dari rangkaian itu terjadi  peristiwa Smana Santa, sehingga hari Rabu, 17 April 2019 itu  kita ingin pindahkan ke hari lain untuk  pencoblosan di daerah itu. Persoalan ini kami sudah sampaikan ke KPU Pusat untuk dipertimbangkan apakah untuk masyarakat Flotim ditunda hari pencoblosannya atau tidak. Tugas kita adalah mengeksekusi apapun keputusan KPU Pusat. Sebab, kewenangan itu ada di KPU Pusat,” jelas Koli.

Baca juga :  Jaga Wilayah Perbatasan NTT, TNI AU Gelar Operasi Patroli Udara

Ia menyebutkan, ada beberapa indikator sasaran utama meningkatnya kwalitas penyelenggaraan Pemilu di suatu daerah antara lain, persentasi partisipasi Pemilu, persentasi pemilih perempuan dalam Pemilu, persentasi pemilih distabilitas yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT),  dan persentase pemilih yang masuk dalam DPT.

“Cita-citanya adalah seluruh pemilih yang telah memenuhi syarat terdaftar dalam DPT. Kemudian tanggal 17 April 2019 menggunakan hak pilihnya secara baik,” tandasnya.

Kata Yos, bagi pemilih yang sudah terdaftar dalam DPT di wilayahnya masing-masing, tetapi pada hari pemungutan suara tidak bisa menggunakan hak pilihnya di wilayah itu bisa pindah lokasi dimana dia bertugas dengan menggunakan A-5 yang sudah memenuhi 9 syarat yang sudah ditentukan. (ade)