KUPANG, NTT PEMBARUAN. com-  Korban yang rumahnya rusak akibat diterpa angin puting beliung di Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang, Kamis, 28 Februari  2019 hingga Sabtu, 2 Maret 2019 belum menerima bantuan, baik berupa material bangunan maupun bahan makanan.

Milka Nailius, dan Bernabas Faok, Warga RT 26/RW 09 Kelurahan Liliba, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang saat ditemui wartawan media ini secara terpisah di lokasi bencana, Sabtu (2/3/2019) mengaku belum menerima bantuan dari pemerintah, baik pemerintah kota (Pemkot) Kupang maupun pemerintah provinsi (Pemprov) NTT.

Keduanya mengaku sudah didatang oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, pasca kejadian bencana angin puting beliung, Kamis (28/2/2019) petang.

Kepada wartawan media ini, Milka Nailius mengaku, kalau rumah semi permanen ukuran 5 X 6 meter miliknya pada hari kejadian rubuh total diterpa angin puting beliung saat itu.

Sejak saat itu hingga Sabtu (2/3/2019) kemarin masih mengungsi sementara di tempat pemangkas rambut Emaus Liliba. Ia juga mengaku, sudah didata oleh pegawai BPBD Kota Kupang untuk mendapat bantuan material bangunan nanti. Namun, hingga Sabtu, 2 Maret 2019 bahan materialnya belum turun ke lokasi.

Baca juga :  Warga Mabar Pertanyakan Proyek Persemaian Modern di Labuan Bajo

Yang sudah menyalurkan bantuan, menurut dia, hanya dari pihak Gereja Emaus Liliba berupa sembilan bahan pokok (Sembako). Ia berharap, Pemkot Kupang melalui BPBD Kota Kupang segera menyalurkan bantuan material bangunan berupa seng, kayu, dan paku kepada para korban, sehingga rumah yang rusak bisa ditempati kembali.

Hal yang sama juga diakui Bernabas Faok yang mengaku, sudah didata oleh Ketua RT 26 Liliba dan pegawai BPBD Kota Kupang, namun hingga Sabtu, 2 Maret 2019 belum mendapatkan bantuan, baik berupa material bangunan maupun bahan makanan.

“Saya baru menerima sumbangan berupa selembar terpal dari BPBD Kota Kupang. Dan, itupun tidak cukup untuk kami berlindung sementara karena jumlah anggota keluarga cukup banyak,” terang Bernabas.

Waktu terjadi angin puting beliung, ia bersama keluarga sedang berada di dalam rumah. Tetapi, semuanya tidak bisa berdaya melawan kekuatan alam. Angin yang datang dalam tempo waktu lebih kurang 30 menit itu merusak ratusan rumah dan kos-kosan milik warga Liliba.

“Kami berharap, Pemkot Kupang maupun Pemprov NTT segera menyalurkan bantuan bahan material berupa seng, kayu dan paku untuk kami kerja sendiri rumah yang rusak itu, sehingga bisa ditempati kembali,” kata Bernabas.

Baca juga :  Kementerian Agraria Luncurkan Aplikasi Loketku

Secara terpisah, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang, Erni Kelendonu didampingi Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Roby Kande kepada media ini di Kupang, Jumat (1/3/2019) mengaku, sedang mendata korban bencana angin puting beliung.

Data sementara yang diperolehnya, jumlah korban yang tertimpa bencana angin puting beliung di Kota Kupang, Kamis,  28 Februari 2019 sebanyak 169 rumah dan kos-kosan.

Jumlah rumah yang rusak itu terbanyak terdapat di Kelurahan Liliba, 148 rumah termasuk kos, Kelurahan Penfui, 20 rumah dan Kelurahan Oetete, 1 rumah.

“Ini data sementara, dan kami terus melakukan pendataan jumlah rumah dan kos yang mengalami kerusakan berat, ringan dan sedang termasuk total kerugian yang diderita para korban bencana,” kata Erni

Dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, kecuali rumah dan kos-kosan yang mengalami kerusakan dan rata-rata semua atapnya terbongkar keluar.  Bantuan darurat yang sudah disalurkannya baru berupa terpal.

Baca juga :  Pangkalan TNI AL Labuan Bajo Dapat Kado Spesial dari Polres Mabar

Sedangkan untuk bahan makanan dan material, kata Erni,  belum disalurkan karena masih menunggu kepulangan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Kupang yang saat ini sedang bertugas ke luar kota.

Saat ini,  para korban  masih mengungsi sementara di rumah tetangga dan keluarganya masing-masing. “Kami terus melakukan verifikasi data. Setelah data lengkap baru melakukan penanganan tanggap  darurat bencana.

Seperti diketahui, akibat hujan deras disertai angin puting beliung di Wilayah Kelurahan Liliba, Kelurahan Penfui dan Oetete, Kamis (28/2/2019) mengakibatkan sejumlah rumah dan kos -kosan mengalami kerusakan berat, sedang dan ringan.

Selain rumah dan kos-kosan yang mengalami kerusakan, pohon dan tiang listrik di sekitar tempat kejadian  Liliba juga ikut tumbang ke jalan. (ade)