Sukseskan UNBK 2019, SMAN 7 Kota Kupang Pinjamkan Laptop Orangtua Siswa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Dalam rangka menyukseskan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang berlangsung  April 2019 mendatang, SMAN 7 Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) meminjamkan laptop dari orangtua siswa.

Dalam menghadapi UNBK yang berlangsung  April 2019 mendatang, SMAN 7 Kota Kupang memiliki keterbatasan komputer. Sekolah ini hanya memiliki 42 unit komputer  atau tidak seimbang dengan jumlah siswa kelas XII sebanyak 329 orang yang siap mengikuti UNBK tahun ini.

“Untuk menutupi kekurangan itu, selaku kepala sekolah, saya mengundang rapat orangtua siswa. Dalam rapat, orangtua siswa merespon positif dan siap dipinjamkan laptopnya selama pelaksanaan UNBK di sekolah tersebut,” ungkap Kepala SMAN 7 Kota Kupang,  Drs. Vinsensius Sasi,M.Pd saat ditemui wartawan media ini di sekolahnya, Kamis (14/2/2019).

Baca juga :  Kadis PUPR : “Kami Optimis 2021 Jalan Provinsi Sudah Tuntas”

Kata Vinsen, sebenarnya sekolah membutuhkan 80 unit komputer untuk pelaksanaan UNBK April 2019 mendatang. Tetapi, karena ada dukungan orangtua siswa, maka laptop yang terkumpul dari orangtua siswa nanti bisa mencapai 130 -140 unit laptop.

“Inilah kesadaran orangtua siswa untuk bangkit bersama membantu sekolah guna menyukseskan UNBK Tahun 2019.  Orangtua siswa juga merasa termotivasi, karena ke depan untuk mengikuti ujian Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)  dan mencari kerja di perusahaan mana saja harus via online.  Karena itu, orangtua sangat mendukung sekali,”  tukasnya.

Dengan jumlah komputer yang ada, maka dalam pelaksanaan UNBK-nya nanti  digunakan sistem tiga gelombang atau tiga shift  dibagi dalam tiga ruangan dengan komposisi 37 siswa per ruangan.

Baca juga :  Kondisi 24 September 2020, NTT Tambah 21 Orang Terkonfirmasi Positif Covid—19

Terkait persiapan siswa, kata Sasi, semua siswa telah siap melalui tiga tahapan simulasi dan simulasi terakhir atau simulasi ketiga menurut rencana  akan berlangsung akhir Februari 2019 atau paling lambat setelah pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN)  mulai 4 -16 Maret 2019 mendatang.

Menurut dia, pada  simulasi kedua, anak-anak sudah merasa terbiasa, tidak ada lagi yang merasa rumit bagi mereka.  Soal fasilitas lain, seperti kekuatan daya listrik dan server, kata Sasi, semuanya dalam posisi aman. (ade)