Gubernur Lantik Empat Bupati dan Wabup di NTT

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com-  Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat  melantik empat bupati dan wakil bupati (Wabup) di NTT yang berlangsung di Aula El Tari Kantor Gubernur NTT, Kamis (14/2/2019).  

Dari empat bupati dan wakil bupati yang dilantik itu,  tiga bupati dan wakil bupatinya untuk masa jabatan 2019-2024, yakni Bupati Manggarai Timur (Matim), Agas Andreas  bersama wakilnya, Jagur Stefanus, Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun bersama wakilnya, Johny Army Konay, dan  Bupati Rote Ndao, Paulina Haning-Bullu bersama wakilnya, Stefanus Mercurius Saek  serta Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke untuk masa jabatan 2016 -2021.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dalam arahannya mengingatkan keempat bupati dan wakil bupati itu untuk tetap solid, tidak saja saat kampanye, tetapi juga dalam menjalankan roda pemerintahan selama lima tahun ke depan di daerahnya masing-masing.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Menurut dia, maju mundurnya sebuah daerah tergantung relasi dan pola kepemimpinan yang dinahkodai bupati bersama wakilnya di daerah itu. Jadi, jagalah kerjasama yang baik diantara bupati dan wakil bupati bersama perangkat organisasi pemerintahan daerah (OPD) lainnya di daerah masing-masing, sehingga roda pembangunan berjalan lancar.

Tekan Angka Kemiskinan

Sementara Bupati Timor Tengah Selatan (TTS), Egusem Pieter Tahun ketika ditanya wartawan terkait programnya lima tahun kepemimpinannya di daerah kerjanya nanti,berjanji akan menekan angka kemiskinan dan meningkatkan kualitas pendidikan, kualitas kesehatan serta infrastruktur.

“Itu menjadi prioritas sesuai visi dan misi kami, dan di sektor lain, seperti pariwisata, pertanian akan kita tingkatkan untuk kemajuan masyarakat TTS ,”janjinya.  Terkait masalah gizi buruk dan pekerja migran juga menjadi perhatian paket Tahun-Konay dan akan meningkatkan upah bagi RT/RW, dan Linmas, karena merekalah yang punya peran di desa untuk mengecek masyarakatnya keluar masuk di desa tersebut dalam waktu 1×24 jam. (ade)