Tahun 2019, Pembangunan Bendungan Napun Gete Ditargetkan Capai 90 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Menurut rencana, pembangunan Bendungan Napun Gete yang terletak diantara Desa Ilin Medo dan Desa Werang, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka ditargetkan Tahun 2019 ini progres fisiknya  mencapai 90,0112 persen atau setara dengan Rp 320.785.000.000,00.

Bendungan ini dibangun secara multi years selama 5 tahun terhitung sejak 2016 -2020 dengan total nilai kontrak sebesar Rp 884.664.904.000 yang  progres fisik hingga Rabu, 13 Februari 2019 sudah mencapai 57 persen.

“Tahun ini  kami anggarkan sebesar Rp 320.785.000.000,00 untuk pembangunan tanggul. Kalau tanggul sudah selesai, maka akan menambah progres fisk mencapai 90 persen hingga akhir tahun nanti,” kata Achmad Soehono, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bendungan Napun Gete kepada media ini di Kupang, Rabu (13 /2/2019).

Baca juga :  Haji Asis: Nomor Urut 02, Simbol Keberkahan dan Kedamaian

Ia melihat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka sangat antusias merespon kehadiran bendungan ini untuk  memenuhi kebutuhan air baku dan daerah irigasi di wilayah itu. Untuk kebutuhan air baku di Kota Maumere sendiri sangat tinggi. Sehingga diharapkan dengan adanya bendungan ini nanti bisa mensuplai air baku bagi masyarakat  setempat.

Untuk kebutuhan air bakunya sendiri, kata dia,  kekuatan debitnya sebesar  214 liter per detik, dan untuk daerah irigasi 300 hektar. “Kita sudah melakukan koordinasi dengan Pemkab Sikka untuk pemanfaatannya nanti , sehingga  ketika  bendungannya sudah selesai dibangun akan diikuti dengan pembangunan daerah irigasi persawahan dan jaringan perpipaan untuk kebutuhan air minum.

Seperti deketahui, tujuan utama dibangunnya bendungan ini untuk penyediaan air baku bagi seluruh penduduk Kota Maumere dan masyarakat yang berdomisili di sepanjang jalur distribusi.

Baca juga :  Wujudkan UMKM Yang Memiliki Daya Saing

Selain itu, untuk penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian seluas 300 hektar sawah, pengembangan sektor pariwisata dan pengendalian banjir bagi daerah hilir bendungan. (ade)