Irfan : “Kita Upayakan NTT Masuk Dalam Sepuluh Besar Nasional”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. H. Muhamad Irfan,MM berupaya untuk meningkat mutu pendidikan di NTT dengan tingkat kelulusan SMA/SMK tahun ini masuk dalam sepuluh besar tingkat nasional.

“Ini komitmen kami untuk meningkatkan mutu pendidikan di NTT, baik dari sisi kejujuran (integritas,red) pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun dalam hal peningkatan nilai untuk bersaing di tataran nasional,”kata Kepala LPMP Provinsi NTT, Drs. H. Muhamad Irfan,MM  saat ditemui wartawan di rumah jabatannya di Kompleks Kantor LPMP NTT, Jumat (8/2/2019).

Dari sisi nilai, dia akui, nilai Ujian Nasional (UN) SMA/SMK di  NTT  tahun  sebelumnya belum masuk dalam sepuluh besar nasional, masih berada di kisaran papan tengah antara 11-12  dari semua provinsi di Indonesia.

Baca juga :  Politisi NasDem Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kampus PNUP Mbay

Tetapi, dari segi integritas atau kejujuran,  NTT sudah masuk dalam lima besar nasional pada pelaksanaan UNBK tahun lalu. Karena itu, ia berharap, agar prestasi kejujuran yang diperoleh minimal tetap dipertahankan atau ditingkatkan pada pelaksanaan UNBK tahun  ini.

Wajib Melaksanakan UNBK

Irfan juga berharap, semua  SMA//SMK, baik sekolah negeri maupun sekolah  swasta di NTT wajib melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang akan dilaksanakan pada April 2019 mendatang.

Ia menghimbau, bagi sekolah-sekolah yang tidak memiliki fasilitas komputer, server dan jaringan bisa melakukan kerjasama dengan sekolah-sekolah terdekat di daerahnya masing-masing yang memiliki fasilitas, sehingga pelaksanaan UNBK-nya bisa diatur sebaik mungkin.

Khusus untuk komputer, lanjut dia, sekolah tidak perlu menunggu pengadaan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan  atau daerah, tetapi manfaatkan komputer yang ada di sekolah saat ini didukung dengan bantuan laptop para guru dan orangtua siswa.

Baca juga :  Yayasan BUMN Untuk Indonesia Serahkan Bantuan

“Jadi,  kita tidak harus menunggu pengadaan komputer dulu baru melaksanakan UNBK. Tetapi, laksanakan dengan apa yang sudah dimiliki dengan meminjam tambahan laptop para guru dan orangtua siswa. Nanti, setelah selesai UNBK, laptop pinjaman itu dikembalikan lagi,” imbuhnya.

Sedangkan bagi sekolah yang memang benar-benar tidak mempunyai fasilitas komputer, server,jaringan dan tidak ada sekolah terdekat yang memiliki fasilitas tersebut, Irfan mempersilahkan untuk melaksanakan secara manual, yakni Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP) asalkan disertai dengan argumentasi yang kuat untuk meyakinkan mereka yang bekerja di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Yang paling utama bagi dia, tetap mempertahankan kejujuran dalam melaksanakan UNBK. Sebab, yang dilihat adalah integritas dalam pelaksanaannya tanpa intervensi dari siapapun termasuk pemerintah.

Baca juga :  Perbankan Harus Serius Bangun Perekonomian NTT

Lalu bagaimana cara mengantisipasi agar tidak terjadi  kebocoran soal, Irfan optimis, tidak akan terjadi hal itu karena paket soal yang dipersiapkan berbeda sesuai  akun  peserta ujian masing-masing. (ade)