Desember 2018, TPK Hotel Bintang di NTT Turun 9,50 Poin

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com –Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada bulan Desember 2018 sebesar 51,85 persen, turun 9,50 poin dibanding TPK November 2018 sebesar 61,65 persen.

Demikian Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maritje Pattiwaellapia pada press realease yang disampaikan kepada para wartawan dan delegasi intansi terkait di Kantor BPS setempat belum lama ini.

Jumlah tamu yang menginap pada hotel berbintang pada Desember 2018 sebanyak 37.324 orang dengan rincian, 35.433 orang tamu nusantara dan 1.891 orang tamu manca negara.

Rata-rata lama tamu menginap di hotel berbintang pada Desember 2018 selama 1,49 hari terdiri, tamu nusantara rata-rata 1,41 hari, dan tamu mancanegara rata-rata lama menginap 2,87 hari.

Baca juga :  Maret 2021, NTT Alami Deflasi 0,36 Persen

Sementara jumlah penumpang angkutan udara yang tiba di NTT pada Desember 2018, tambah Pattiwaellapia, sebanyak 172.811 orang, sedangkan penumpang yang berangkat sebanyak 155.981 orang.

 

Ekspor Turun 3,58 Persen

Ekspor Provinsi NTT pada bulan Desember 2018 senilai US $ 1.225.739 dengan volume sebesar 4.564,78 ton mengalami penurunan sebesar 3,58 persen dari ekspor bulan November 2018 sebesar US $ 1.271.325.

Nilai ekspor tersebut terdiri dari ekspor migas sebesar US $ 148.557 dan ekspor non migas senilai US $ 1.077.182. Komoditas ekspor Provinsi NTT bulan Desember 2018 seluruhnya dikirim ke Negara Timor Leste sebesar US $ 1.225.739.

Komoditas terbesar yang diekspor NTT pada bulan Desember 2018 adalah kelompok komoditas kendaraan dan bagiannya (87) senilai US $ 166.733.  Sementara impor NTT pada Desember 2018 senilai US $ 49.469.662 dengan volume sebesar 32.652 ton dengan komoditas impor terbesar kapal terbang dan bagiannya (88) yang didatangkan dari Perancis.

Baca juga :  September 2020, Persentase Penduduk Miskin di NTT Naik 21,21 Persen

Jika membandingkan komulatif nilai ekspor sebesar US $ 17.808.375 terhadap komulatif nilai impor sebesar US $ 157.068.893, maka pada tahun 2018 terjadi defisit sebesar US $ 139.260.518. (ade)