Mulai 2019, SMAS Nesi Neonmat Kota Kupang Sudah Bisa USBN Sendiri

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com –Mulai Tahun 2019 ini, Sekolah Menengah Atas Swasta (SMAS) Nesi Neonmat Kota Kupang sudah bisa melaksanakan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di sekolahnya sendiri, atau tidak nunut di sekolah lain lagi seperti tahun-tahun sebelumnya.

Sekolah ini diberikan kepercayaan untuk melakukan USBN sendiri, setelah mengantongi  Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) yang diterbitkan Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) Tahun 2017 lalu.

“Karena sudah memiliki NPSN, maka semua nama siswa dimasukan ke Dapodik termasuk guru-guru. Jadi, tahun ini, sudah bisa melakukan USBN di sekolah kami sendiri,” kata Kepala SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang, Simon Nesi, A.Md kepada wartawan media ini di sekolahnya, Senin (28/1/2019).

Sedangkan untuk pelaksanaan Ujian Nasional (UN), ia sudah mengusulkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)  untuk melakukan Ujian Nasional Kertas Pensil (UNKP), tetapi tidak disetujui karena untuk semua SMA/SMK, baik sekolah negeri maupun swasta di Kota Kupang mulai tahun ini diwajibkan mengikuti UNBK.

Karena tuntutan itu, ia sudah melakukan kerjasama dengan SMKN 2 Kota Kupang, untuk meminjamkan fasilitas komputer, server dan jaringannya dalam melaksanakan UNBK tahun ini.

Atas permintaan itu, pihak SMKN 2 Kota Kupang tidak keberatan, asalkan dilaksanakan setelah UNBK di sekolah tersebut. “Bagi kami, tidak ada persoalan yang penting anak-anak bisa melaksanakan UNBK. Untuk sekolah kami, berada di bawah Koordinator Umum Kepala SMAN 8 Kota Kupang, Haris Akbar,” sebut Simon.

Baca juga :  Presiden Jokowi Tunda Resmikan Bendungan Napun Gete

Terkait persiapan anak-anak dalam menghadapi UNBK tahun ini, kata Simon, anak-anak sudah siap, dan sekarang sedang menunggu simulasi tahap kedua.

Terima Siswa Pindahan

Simon Nesi

Untuk menepis anggapan publik terkait pembengkakan jumlah siswa kelas XII dari sekolahnya yang siap mengikuti USBN dan UNBK tahun ini, dimana jumlahnya mencapai 259 siswa dengan akumulasi,  Jurusan IPA, 49 orang, dan IPS, 210 orang, menurut Simon, pembengkakan jumlah itu karena ada penambahan siswa pindahan.

“Siswa yang pindah ke sekolah kami, rata-rata anak-anak yang dikeluarkan dari sekolah asalnya karena melanggar tata tertib (Tatib) sekolah, atau masuk dalam pelanggaran berat di sekolah asalnya. Daripada mereka drop out, lebih baik kami menerima anak-anak tersebut dibuktikan dengan surat pindah dari sekolah asal dengan catatan tidak mengulangi lagi perbuatan serupa,” urainya.

Siswa pindahan itu berasal dari sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang, antara lain,  SMAN 4 Kota Kupang, SMAN 1 Kota Kupang, dan  SMAN 3 Kota Kupang. Sedangkan dari Kabupaten Kupang antara lain, SMAN Taebenu, SMAN Tanah Merah, dan SMAN Naibonat.

“Di sini, saya tidak melihat kekurangannya, tetapi kami sudah mengingatkan kepada siswa/i yang bersangkutan bersama orangtuanya agar masalah yang pernah mereka buat di sekolah asalnya jangan terulang lagi di sekolah kami. Kalau punya niat baik untuk memperbaiki nasib dan prilaku, silahkan bergabung ,”imbuhnya.

Baca juga :  10.000 Masyarakat Mabar Akan Melakukan Rapid Test Antigen Gratis
Pinjam Kantor Bupati Kupang

Di Gedung Kantor Bupati Kupang inilah dilaksanakan KBM SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang

Karena belum memiliki gedung sendiri, maka dalam melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) setiap hari, SMA Swasta Nesi Neonmat yang bernaung di bawah Yayasan Nesi Neonmat Indonesia Daerah Nusa Tenggara Timur dengan Akta Notaris : AHU. 0010110.AHA.01.04 Tahun 2017 Tanggal 19 Juni 2017 ini terpaksa meminjam pakai sementara Kantor Bupati Kupang yang berlokasi di Jalan Soekarno  Nomor : 18 Fontein Kota Kupang.

Prosedur pinjam pakai  bangunan itu atas permohonan Simon Nesi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kupang saat kepemimpinan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki. “Jadi, ada tujuh ruangan besar yang kami pakai untuk KBM, ruang guru dan ruang kerja kepala sekolah. Sedangkan ruangan lain yang terisi aset Pemkab Kupang masih tertutup rapat. Kami menggunakan fasilitas Kantor Bupati Kupang ini secara gratis, tanpa bayar. Pak Bupati Kupang, Ayub Titu Eki berpesan kepada kami, silahkan menggunakan gedung tersebut secara gratis asalkan dirawat kebersihannya, baik di dalam gedung maupun di luar gedung,”tukas dia.

Baca juga :  Maret 2021, NTT Alami Deflasi 0,36 Persen

Sekolah yang berstatus terakreditasi B ini berdiri sejak tahun 2013 dengan nama SMA Swasta Nesi Neonmat Kota Kupang. Angkatan pertama 2013/2014 jumlah siswanya sebanyak 57 orang dengan Ujian Nasional (UN) saat itu dititipkan   di SMA Plus Olahraga Nusa Timor Kota Kupang.

Kemudian Tahun  2015/2016 UN-nya dititipkan ke SMA Tunas Harapan, karena saat itu SMAS Nesi Neonmat belum memiliki Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Tahun ini, sekolahnya berani melakukan USBN dan UNBK sendiri karena telah mengantongi NPSN.

Jumlah guru yang mengajar di sekolah itu saat ini sebanyak 25 orang terdiri, 17 orang guru yang masuk dalam Dapodik digaji oleh dana komite, dan 8 orang guru lainnya digaji oleh yayasan.

Sementara jumlah siswa kelas XI yang masih aktif sekarang, Jurusan IPA ,36 siswa dan IPS, 90-an siswa,  dan kelas X, 48 siswa hanya satu rombongan belajar (Rombel )saja. (ade)