Hadapi UNBK 2019, SMAN 8 Kupang Pinjamkan Laptop Ortu Siswa

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Dalam rangka menghadapi Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) awal April 2019 mendatang, Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 8 Kota Kupang sudah bersepakat dengan orangtua (Ortu) siswa untuk meminjamkan sementara laptop Ortu selama pelaksanaan ujian.

“Dalam rapat komite yang hadiri pihak sekolah dan orangtua siswa Kelas XII, kami sudah sepakat untuk meminjamkan sementara laptop  Ortu untuk melengkapi komputer yang disiapkan sekolah saat pelaksanaan UNBK nanti,” kata Kepala SMAN 8 Kota Kupang, Haris Akbar saat ditemui wartawan media ini di sekolahnya, Kamis (24/1/2019).

Jumlah Kelas XII yang mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) dan UNBK di sekolahnya tahun ini sebanyak 164 siswa terbagi dalam tiga jurusan, yakni IPA, IPS dan Bahasa.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Dari jumlah siswa yang ada, idealnya komputer yang disiapkan sebanyak 80 unit dengan sistem tiga shiff.   Tetapi, yang baru dimiliki sekolah saat ini baru 32 unit, sehingga harus dipinjamkan dari Ortu siswa dengan sistem tiga siswa membawa  satu laptop.

Sedangkan untuk server dan listrik, menurut Haris, tidak ada masalah. Untuk mengantisipasi terjadinya pemadaman listrik saat pelaksanaan ujian, pihak sekolah juga telah menyiapkan genzet seperti persiapan pada pelaksanaan UNBK tahun lalu.

Terkait persiapan siswa sendiri, kata Haris, sudah siap. Saat ini sementara berjalan bimbingan belajar (Bimbel) dalam bentuk kelompok belajar minimal satu kelompok belajar 3 orang siswa dengan titik kumpulnya atas kesepakatan bersama siswa.

Baca juga :  FH Unwira Kupang Bedah UU Omnibus Law Cipta Kerja

Bimbel yang sementara berjalan itu, lanjut dia, tetap dibawa pemantuan para guru bidang studi, sehingga ketika siswa mengalami kesulitan saat mendiskusikan soal-soal yang ada, maka tugas guru menjelaskannya.

Mata pelajaran yang didiskusikan dalam Bimbel antara lain, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Kimia, Fisika, Sastra, Geografi, Ekonomi, dan Bahasa Jerman.

Sedangkan untuk penentuan kelulusan tahun ini, kata Haris, tetap dikembalikan ke sekolah. Untuk SMAN 8 Kota Kupang standar kelulusannya minimal 70 dengan target 100 persen. (ade)