Komisi V DPRD NTT Kecewa Atas Hasil Pekerjaan GOR dan Futsal Oepoi Kupang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Nusa Tenggara Timur (DPRD NTT ) mengaku kecewa atas hasil pekerjaan dua paket proyek yang dikerjakan Dinas Pemuda dan Olah Raga (Dispora) NTT Tahun Anggaran 2018 lalu.

Dua paket pekerjaan itu masing-masing, Pembangunan Rehablitasi Gedung Olah Raga (GOR) Flobamora  Oepoi Kupang dan Gedung, Lapangan dan Halaman Futsal di depan GOR Flobamora Oepoi Kupang.

Perasaan kecewa itu diungkapkan Ketua Komisi V DPRD NTT, Jimmi W.B. Sianto kepada wartawan saat melakukan monitoring kedua paket proyek tersebut di Gedung Futsal NTT, Rabu (9/1/2019).

Secara kasat mata, menurut Jimmi, tampak luar bangunan fisik GOR Flobamora Oepoi Kupang itu memang kelihatannya bagus. Namun, setelah masuk ke bagian dalamnya ternyata masih ada beberapa item pekerjaan yang belum beres, seperti ruang ganti belum ditata secara baik, dan atapnya masih ada sejumlah titik yang bocor saat musim hujan.

Begitu pun di Gedung Futsal, dimana penempatan closet duduknya, menurut Jimmi,  tidak representatif atau tanamnya terlalu rendah, sehingga sangat mengganggu posisi duduk saat orang membuang hajat di tempat itu.

Sementara lantai kramik di depan WC bagian belakang gedung Futsal itu  juga sebagiannya sudah ada yang retak, karena konstruktur tanah di daerah itu sebelumnya adalah daerah persawahan.

“Terus terang, saya dan teman-teman dari Komisi V DPRD NTT yang menggagas pembangunan rehablitasi GOR Oepoi  Kupang dan Pembangunan Gedung Futsal itu merasa kecewa dengan hasil pekerjaan yang ada,” kata Jimmi.

Baca juga :  Usulan Pendirian SMKN Dari Masyarakat Wewa Sementara Dalam Kajian Dinas P dan K NTT

Menurut Jimmi, seharusnya dalam perencanaan itu  melakukan item-item pekerjaan  yang dianggap prioritas terhadap fungsi daripada sebuah GOR. Dimana,  fungsi utama dari GOR itu sebagai sarana olahraga.

Karena itu, lanjut dia,  arena bermainnya, dan tribun-tribun yang dibangun harus sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB).  “Namun, ketika kita masuk di bagian dalam bangunan GOR tersebut, ternyata masih ada beberapa item pekerjaan yang belum berfungsi, seperti ruang ganti atletik belum selesai dikerjakan. Saya melihat ini adalah kesalahan yang paling besar ada pada perencanaan. Sebab, perencanaan yang buruk akan diikuti dengan  hasil yang tidak memuaskan. Dan itu, masalah utama ada pada perencanaan,” sebut Jimmi.

 

Tim Komisi V DPRD NTT berpose bersama PPK, Niko Ratu Langi dan Sekretaris Dispora NTT, Lamber Tokan di dalam Gedung Olah Raga (GOR) Flobamora Oepoi Kupang, Rabu (9/1/2019)
Tidak Representatif

Penilaian serupa juga disampaikan Anggota Komisi V DPRD NTT, Yohanes Rumat,SE saat melakukan monitoring di dua lokasi proyek milik Dispora NTT tersebut, Rabu (9/1/2019). Yohanes menilai, penempatan posisi closet duduk yang ada di Gedung Futsal tidak representatif.

Yohanes sendiri melakukan uji coba untuk duduk di closet tersebut dan mengaku merasa sulit saat duduk bahkan bisa mencium lutut sendiri  ketika orang hendak membuang hajat di tempat itu.

“Kami turun ini lebih pada fungsi pengawasan terkait budget yang diberikan kepada Dispora NTT. Kita menginginkan NTT ini menjadi ikon olahraga dengan kesiapan fasilitas utama, yakni gedung olahraga.  Kondisi fisik itu menggambarkan Gubernur NTT sekarang ini dengan cita-citanya olahraga bagian dari ikon NTT untuk diperkenalkan di seluruh nusantara,” ujarnya.

Baca juga :  PLN Tingkatkan Keterampilan Millenial Melalui Pelatihan Sablon dan Digital Marketing

Oleh karena itu, lanjut dia,  kewajiban Komisi V DPRD NTT sebagai mitra dari Dispora NTT mengecek sedetail mungkin konektifitas antara anggaran dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB) sesuai dengan realisasi fisik atau tidak.

“Kami turun untuk mensinkronkan antara apa yang disampaikan saat dengar pendapat bersama Komisi V DPRD NTT dengan kondisi rill di lapangan. Kita turun untuk melihat secara langsung hasil pekerjaan yang ada, sehingga pada saat dengar pendapat nanti semua pihak tidak saling mengalahkan. Kita berkeinginan mendapatkan pemahaman yang sama, tentang fasilitas olahraga yang baik,”  tandas Yohanes yang juga Anggota Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD NTT ini.

Dari hasil monitoring yang dilakukan itu, ia melihat,  dari anggaran yang diberikan untuk pembangunan rehablitasi GOR Flobamora Oepoi Kupang Tahun 2018, hampir 75 persen memenuhi syarat sesuai RAB.

Yohanes menyebutkan, ada  beberapa  item pekerjaan yang mengalami kekurangan, seperti penempatan closet duduk yang tidak reprensentatifi di Gedung Futsal dan halamannya masih tergenang air.

Sementara di GOR Flobamora Oepoi, masih ada sejumlah titik di bagian atap yang bocor saat musim hujan. Bagi dia, kekurangan itu tetap menjadi tanggungjawab kontraktor untuk memperbaikinya selama masa pemeliharaan 6 bulan ke depan.

 

Tim Komisi V DPRD NTT saat melakukan monitoring Lapangan Futsal di depan GOR Flobamora Oepoi Kupang, Rabu (9/1/2019).
Rampung 100 Persen

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Rehablitasi Gedung Olah Raga Flobamora Oepoi Kupang dan Gedung Futsal Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT), Niko Ratu Langi kepada wartawan di GOR Flobamora Oepoi Kupang mengaku, kedua paket pekerjaan itu sudah rampung 100 persen hingga akhir kontrak  5 Desember 2018 lalu.

Baca juga :  Helikopter BNPB Jemput Sampel Swab di Nagekeo

Kata Niko, semua pekerjaan mayor, seperti  bagian dalam gedung, bagian atap, lapangan, dan rumah jaga sudah rampung 100 persen.  Terkait masih ada atap yang bocor, kata Niko, itu tidak masuk dalam kontrak. Namun, tetap menjadi tanggungjawab moril kontraktor untuk segera memperbaiki pada masa pemeliharaan selama 6 bulan ke depan.

Diberitakan sebelumnya, Pembangunan Rehablitasi GOR Flobamora Oepoi Kupang yang dikerjakan PT. Bahana Krida Nusantara menghabiskan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD I) NTT Tahun 2018.

Sementara pembangunan lanjutan Gedung Futzal di depan Gedung Olahraga (GOR) Flobamora  Oepoi Kupang  masuk dalam anggaran perubahan Tahun 2018 dengan nilai kontrak sebesar Rp 800 juta lebih dikerjakan CV. Teguh Karya. (ade)