Tahun 2019, Postur APBD NTT Sebesar Rp 5,3 T

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Tahun 2019 sebesar Rp 5.347.158.022.105.

Kepala Badan Pendapatan, Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Hali Lanan Elias menyebutkan angka itu kepada wartawan media ini di Kupang, Senin (7/1/2019).

Pendapatan daerah itu terdiri dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1.131.943.378.705 meliputi, hasil pajak daerah sebesar Rp 876.340.119.705, hasil retribusi daerah sebesar Rp 30.540. 465.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sebesar Rp 80.950.000.000 dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp 144.112.794.000.

Sementara dari dana perimbangan sebesar Rp 4.174.054.978.000 meliputi, bagi hasil pajak/bagi hasil bukan pajak sebesar Rp 63.170.495.000, Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp 1.875.182.301.000, Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 2.235.702.182.000, dan lain –lain pendapatan daerah yang sah diperoleh dari pendapatan hibah sebesar Rp 41.159.665.400.

Baca juga :  Program TP PKK NTT Dibawa Kepemimpinan Bunda Julie Laiskodat

Selanjutnya, untuk belanja daerah Tahun 2019 sebesar Rp 5.448.447.210.705 terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 3.427.011.808.823 meliputi, belanja pegawai sebesar Rp 1.549.940.512.025, belanja hibah sebesar Rp 1.400.192.388.904 dan belanja bantuan sosial sebesar Rp 20.322.000.000.

Berikutnya, belanja bagi hasil kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa sebesar Rp 448.845.973.494, belanja bantuan keuangan kepada provinsi/kabupaten/kota dan pemerintahan desa sebesar Rp 2.710.934.400 dan belanja tidak terduga sebesar Rp 5.000.000.000.

Sedangkan belanja langsung sebesar Rp 2.021.435.401.882 terdiri dari belanja pegawai sebesar Rp 191.461.143.077, belanja barang dan jasa sebesar Rp 888.590.740.559 dan belanja modal sebesar Rp 941.383.518.246.

Penerimaan pembiayaan daerah sebesar Rp 101.289.188.600 terdiri dari sisa lebih perhitungan anggaran daerah tahun sebelumnya sebesar Rp 94.532.949.600 dan penerimaan kembali investasi non permanen sebesar Rp 6.756.239.000. (ade)