Teguh : “Kami Kerja Sesuai Target”

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Teguh Iman Wahyudi,SH,MM dalam konferensi pers di Kantor BNNP NTT, Rabu (19/12/2018) mengatakan, untuk tahun 2018, Bidang Pembrantasan BNNP NTT telah berhasil mengungkapkan 7 kasus peredaran gelap narkotika di NTT.

“Jadi, kami bekerja sesuai target yang diberikan BNN Pusat,” kata Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur, Teguh Iman Wahyudi,SH,MM dalam konferensi pers di Kantor BNNP NTT, Rabu (19/12/2018).

Berdasarkan Laporan Kasus Narkotika (LKN) /01/2018/BNNP NTT, tanggal 16 Februari 2018 dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) Mall Flobamora dan Jalan Perintis Kemerdekaan Kayu Putih berhasil menangkap 3 tersangka yang semuanya sudah diputus di Pengadilan Negeri (PN) Klas IA Kupang .

Ketiganya masing-masing, AD terbukti melanggar pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan vonis 5 tahun penjara, AAS terbukti melanggar pasal 14 ayat (1), pasal 112 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) huruf A UU No 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan vonis 6 tahun penjara, dan RT terbukti melanggar pasal 114 ayat (1) pasal 111 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009, tentang narkotika dengan vonis 6 tahun penjara.

Baca juga :  Bupati Kupang Mengharapkan Kegiatan TMMD Dilakukan Dua Kali Setahun

Barang bukti (BB) yang disita berupa satu paket shabu seberat 0,0815 gram, satu paket shabu seberat 0,0555 gram, satu paket shabu seberat 1.0620 gram dan satu paket ganja kering seberat 0,45586 gram.

Selanjutnya, berdasarkan LKN/01/X/2018/BNNK Kupang, tanggal 8 Oktober 2018 dengan TKP Jalan Perintis Kemerdekaan Walikota dengan tersangka AM. BB yang disita berupa, 22 ranting ganja kering dan 2 pak kertas linting tembakau. Kepadanya dikenakan dengan pasal 111 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009, tentang narkotika.

Berikutnya, LKN/03/XI/2018/BNNP NTT, tanggal 22 November 2018 dengan tersangka F ditangkap di Jalan A.Yani Waingapu, Kabupaten Sumba Timur dengan BB berupa  satu botol liquid vape yang berisikan cairan 5F-ADB (sintetic canabinoid) lebih kurang 15 mili, dan satu botol liquid vape yang berisikan cairan 5F-ADB (sintetic canabinoid) lebih kurang 5 mili. Kepadanya dikenakan pasal 112 ayat (1), pasal 114 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Baca juga :  Kapolda NTT Diminta Hentikan Penyidikan Pemred BeritaNTT.com dan Pemred Tribuana Pos

Berdasarkan LKN/04/XI/2018/BNNP NTT, tanggal 22 November 2018 dengan TKP Jalan Radamata Matawai Waingapu, dan Jalan Kamalaputi Waingapu, Sumba Timur dengan tersangka UMK dan AG.

BB  yang disita dari tersangka UMK berupa satu botol liqiuid vape yang berisikan cairan 5F-ADB (sintetic canabinoid) lebih kurang 10 mili melanggar pasal 112 ayat (1) pasal 111 ayat (1) dan pasal 127 ayat (1) UU No 35 Tahun 2009 tentang narkotika,  dan tersangka AG berupa satu paket ganja kering seberat 0,6553 gram dengan melanggar pasal 111 ayat (1), pasal 114 ayat (1) dan pasal 127 UU No 35 Tahun 2009, tentan narkotika.

Sementara di bidang P2M BNNP NTT, dari aspek  pencegahan memiliki dua program utama, yaitu advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba dan desiminasi  informasi P4GN.

Realisasi program advokasi pembangunan berwawasan anti narkoba sebanyak  5 advokasi dengan jumlah relawan anti narkoba yang terbentuk 64 orang, baik dari instansi pemerintah maupun swasta.

Sementara itu, lanjut Teguh, melalui program deseminasi dari instansi informasi, BNNP NTT telah melaksanakan 138 kegiatan dengan sebaran informasi sebesar 1.786.985 penduduk atau 33,8 persen dari jumlah penduduk NTT.

Baca juga :  Tahun 2020, BNNP NTT Baru Penuhi 4 LKN

Teguh menyebutkan, jumlah tes ureni yang dilakukan BNNP NTT sebanyak 10.598 orang dengan jumlah positif 9 orang. Sedangkan jumlah penggiat yang sudah mendapatkan pengembangan kapasitas atau TOT di instansi pemerintah sebanyak 36 orang, lingkungan swasta, 26 orang, lingkungan pendidikan, 40 orang dan lingkungan masyarakat 58 orang.

Selanjutnya, dari bidang rehablitasi sebanyak 110 klien mendapatkan layanan rehablitasi, dimana rehablitasi rawat jalan 60 orang di Klinik Pratama BNNP NTT, pasca rehablitasi reguler dan rawat lanjut telah memberikan pelayanan tahap I sampai tahap V kepada 50 orang klien dan layanan assement terpadu (kasus hukum) oleh Tim Assesment Terpadu (TAT) NTT sebanyak 12 orang. (ade)