Progress Fisik Pembangunan Rehablitasi GOR Oepoi Minus 40 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Progress fisik pembangunan gedung olah raga (GOR) Oepoi Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Jumat, 2 November 2018 masih minus 40 persen dari rencana 100 persen.

“Kami terus menggenjot kontraktor untuk mengejar ketertinggalan yang ada, sehingga sampai dengan masa berakhirnya kontrak tanggal 10 Desember 2018 nanti fisiknya sudah mencapai 100 persen,” kata  Niko Ratu Langi, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Rehablitasi GOR Oepoi Kupang Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) kepada wartawan di Kupang, Jumat (2/11/2018).

Ia  mengaku, kondisi fisik pembangunan tersebut baru mencapai 60 persen, atau masih minus 40 persen dari target 100 persen. Terhadap keterlambatan pekerjaan itu, pihaknya terus menggenjot Kontraktor PT. Bahana Krida Nusantara  untuk bekerja lebih ekstra lagi dengan sistem lembur hingga malam hari, dan menambah tenaga kerja.

Baca juga :  Wagub Nae Soi Minta Hivos Bersinergi dengan Program Pemda

“Kami tetap bekerja mengacu pada kontrak, dan kalau terlambat, maka konsekuensinya rekanan dikenakan denda keterlambatan,” tandas Niko. Namun, ia tetap optimis, bahwa pekerjaan itu selesai tepat waktu. Terkait material di lapangan, kata Niko, yang belum ada tinggal 400 dos keramik berwarna abu karena pesannya langsung di Surabaya.  Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini, barangnya sudah tiba di Kupang, harap Niko. Pemasangan kramik berwarna itu, menurut dia, merupakan salah item pekerjaan utama, selain ruang VIP penonton.

Pembangunan rehablitasi GOR Oepoi Kupang itu sudah berjalan sejak September 2018 lalu, dan berakhir tanggal 10 Desember 2018 nanti. Pembangunan ini memakan anggaran sebesar Rp 4,9 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD I) NTT Tahun 2018.

Baca juga :  Sambil Pemulihan Pasca Bencana, Program Pembangunan Tetap Dillaksanakan

Masuk Dalam Perubahan

Sementara pembangunan lanjutan Gedung Futzal di depan Gedung Olahraga (GOR) Oepoi Kupang, kata Niko,  masuk dalam anggaran perubahan tahun ini dengan nilai kontrak sebesar Rp 800 juta lebih dikerjakan CV. Teguh Karya.

Pekerjaan itu diselesaikan dalam tempo 40 hari, terhitung sejak awal November 2018 hingga Desember 2018.  “Karena pembangunan ini merupakan pekerjaan lanjutan, sehingga tidak ada uang muka. Itu sudah resiko kontraktor untuk menyiapkan modal sendiri, dan proses pembayaran dilakukan satu kali, setelah fisiknya dinyatakan selesai 100 persen nanti,” kata Niko. (ade)

Komentar