Figur Monumen Pancasila Miliki Bobot 48 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Figur monumen Pancasila yang dibangun PT. Erom di Kawasan Bolok, Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memiliki bobot progressnya mencapai 48 persen dari nilai kontrak yang ada.

“Saat ini progress fisik di lokasi baru mencapai 25 persen, dan kalau figurnya sudah terpasang maka dengan sendirinya progress naik mencapai 70 persen,” kata Kepala Proyek (Kepro) Pembangunan Monumen Pancasila PT. Erom, Edwin Salim Ang kepada wartawan di Kupang, Sabtu (20/10/2018).

“Kami sementara mencari ekspedisi untuk pengiriman dari Yogyakarta ke Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk selanjutnya dikirim ke Kupang melalui kapal laut dalam bentuk container dalam waktu dekat ini,” kata Edwin.

Baca juga :  Terkait Penjualan Tanah Milik Pemkab Mabar, Kejati NTT Geledah Kanwil BPN NTT

Yang dikirim nanti adalah cetakan lempengan-lempengan beton yang jumlahnya sekitar 700 lempengan dengan berat berkisar antara 50-60 kg per lempeng X 700 lempeng, maka beratnya bisa mencapai 20-an ton.

Karena jumlahnya terlalu banyak dan cukup berat, maka proses pengirimannya nanti dilakukan secara bertahap yang dimuat dalam 4 container.   “Kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak ekspedisi dan biasanya memakan waktu pengiriman dua minggu baru tiba di Kupang. Kalau tidak ada halangan pengiriman tahap pertama sudah tiba awal bulan depan,” harap Edwin.

Menurut informasi dari ekspedisi, kata Edwin, biasanya menjelang hari raya Natal dan Tahun Baru, terutama di bulan November dan Desember banyak barang –barang yang dikirim dari Jawa ke Kupang termasuk bahan makanan sembilan bahan pokok (Sembako), sehingga bisa mempengaruhi proses percepatan pengiriman figur monumen Pancasila tersebut.

Baca juga :  Tahun 2020, BNNP NTT Baru Penuhi 4 LKN

“Kita memang maunya lebih cepat lebih baik. Kalau figurnya sudah sampai maka progress juga naik bisa mencapai 70 persen termasuk progress fisik posisi sekarang sudah mencapai 25 persen,” tandasnya. Soal durasi waktu perakitannya nanti, kata Edwin, dari hasil koordinasinya dengan pembuat figur monumen Pancasila  di Yogyakarta bisa memakan waktu selama dua bulan.

Seperti diketahui, monumen  setinggi 40 meter yang  dikerjakan PT. Erom itu  akan dilengkapi galeri, restaurant, dan panggung hiburan yang pada gilirannya menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah lahirnya pancasila dari NTT.

Pembangunan monumen pancasila ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 28.243.481.000,00 (angka dalam kontrak,red) dari total pagu anggaran sebesar Rp 31 miliar lebih bersumber dari APBD I Murni 2018 dengan waktu pelaksanaannya selama 220 hari kalender, terhitung sejak 9 Mei – 14 Desember 2018. (ade)

Komentar