Pemasangan SR di Penfui Timur Tidak Tepat Sasaran

PENFUI TIMUR, NTT PEMBARUAN.com- Pemasangan sambungan rumah (SR) dari proyek pengembangan distribusi air minum di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ((NTT) yang dikerjakan CV. Evchadori  tahun ini tidak  tepat sasaran.

Pasalnya, pemasangan SR yang dilakukan oleh pekerja kontraktor pelaksana CV. Echadori itu tidak mengacu pada nama-nama yang diajukan Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat. Yakomina B. Tefa, Ketua RT 021, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada media ini di lokasi proyek tersebut, Jumat (19/10/2018) membeberkan, bahwa pemasangan SR di Desa Penfui Timur tahun ini tidak tepat sasaran.

Ia menyebutkan, ada sejumlah warga yang terpasang SR diluar nama yang diusulkannya.  “Awalnya, petugas meminta 100 nama warga untuk pemasangan SR. Dalam perjalanan,  petugas datang lagi kedua kalinya untuk meminta tambahan nama pemasangan SR, dan saat itu saya serahkan 132 nama. Dari 132 nama yang diserahkan itu, baru 80 rumah yang sudah terpasang SR-nya, sisanya belum terpasang,” sebut Tefa.

Yang dia sesalkan, ada beberapa rumah warga yang dipasang tanpa melalui usulan dari RT setempat. “Saya juga bingung, karena ada sejumlah warga yang datang menanyakan kepada saya, bahwa namanya sudah terdaftar, tetapi pipa SR-nya belum tersambung ke rumahnya. Sedangkan orang yang tidak terdaftar dalam usulan RT justru rumahnya dipasang pipa meteran air. Saya sudah panggil petugas pemasang SR,  agar  tolong merombak data yang ada diluar usulan RT. Jangan karena petugas pemasangan SR-nya kenal dekat dengan orang itu lalu dipasang,” tukas dia.

Baca juga :  Presiden Jokowi Komit Penataan Labuan Bajo Tuntas 2021

 Tefa juga tidak tahu petugas yang datang meminta nama -nama calon pemasangan SR saat itu dari kantor mana. Ia pernah meminta surat tugas dari petugas tersebut, namun yang bersangkutan  tidak menunjukkan surat tugas kepadanya.

Tanpa Papan Proyek

BELUM TERSAMBUNG- Inilah pipa yang belum tersambung di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah,  Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
BELUM TERSAMBUNG- Inilah pipa yang belum tersambung di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tefa juga melihat, selama pelaksanaan proyek itu sejak awal pelaksanaannya hingga saat ini belum terlihat ada pemasangan papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, seperti layaknya proyek-proyek lain, baik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) maupun dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) masing-masing daerah.

“Saya sebagai Ketua RT 021, Desa Penfui Timur melihat bahwa kontraktor yang bekerja di desa kami tidak pernah  memasang satu papan yang menunjukkan bahwa pekerjaan itu dikerjakan oleh perusahaan apa. Kami sebagai masyarakat sekaligus sebagai Ketua RT sangat menyesal dengan pekerjaan yang ada, karena pekerjaannya tidak teratur.  Dimana, belum tuntas di satu tempat, pindah lagi ke tempat lain,” paparnya.

Ia contohkan, pekerjaan sambungan rumah (SR) ke rumah tetangganya belum tuntas hingga pemasangan pipa kran air, langsung pindah ke lokasi lain lagi.  Dirinya juga didatangi warganya untuk menanyakan kapan airnya berjalan, namun dia tidak mampu menjawabnya karena tidak ada papan informasi proyek yang dipasang di lokasi tersebut.

Baca juga :  SIPD Hadir Untuk Memberikan Kontribusi Positif Terhadap Pengelolaan Keuangan Daerah

Menurut dia, pemasangan papan informasi proyek itu sangat penting untuk diketahui masyarakat,  seperti waktu pelaksanaannya mulai tanggal berapa dan berakhir tanggal berapa, besar anggarannya, sumber anggaran, nama kontraktor pelaksana dan masa pemeliharaannya.

Menurut informasi yang diperolehnya, semua pemasangan SR di Desa Penfui Timur dilakukan secara gratis tanpa memungut biaya, dan selama tiga bulan dilakukan uji coba warga menggunakan air secara gratis.

Secara terpisah Kontraktor Pelaksana Direktur CV. Evchadori, Kelvin Lubalu membenarkan

ada sejumlah warga diluar data yang diserahkan Ketua RT 021, Desa Penfui Timur terpasang SR.  Masyarakat yang terpasang SR itu, menurut dia, adalah warga yang rumahnya berada di sepanjang jalur pipa.  “SR yang kami pasang itu 115 rumah dari target 100 rumah, dan itu berlaku untuk masyarakat  umum bukan khusus untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR),” jelas Kelvin.

Terkait pipa-pipa yang sebagiannya belum tersambung di sepanjang ruas jalan Desa Penfui Timur hingga saat ini, kata Kelvin, pekerjaannya masih dilanjutkan dan baru berakhir Desember 2018 nanti.

Soal papan informasi proyek , menurut dia, pernah dipasang di lokasi proyek di dekat sumber mata air sumur bor yang dibangun Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWS NT II) di RT 04/RW 04,  Dusun I, Desa Penfui Timur, tepatnya di depan Lanudal Kupang.

Baca juga :  Daniel : Terima Kasih BWS NT II Telah Membangun Sumur Bor di Desa Bokong

“Kami pernah memasang papan informasi proyek di lokasi pekerjaan, tetapi mungkin sudah dirusaki  oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Dan’ kami tidak mungkin pasang ulang lagi. Sebab, untuk memasang ulang papan informasi proyek harus membutuhkan biaya. Siapa yang mau kasi biaya kepada kami untuk memasang ulang papan informasi proyek tersebut,” tanya Kelvin.

Soal nama perusahaan yang mengerjakan pekerjaan itu, bagi dia, masyarakat tidak  berhak menanyakan hal itu karena dia (masyarakat,red)  hanya sekedar  user (pengguna,red) saja, kecuali Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Ia juga mengatakan, proyek pengembangan distribusi air minum di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ((NTT)

menelan anggaran sesuai nilai kontrak sebesar Rp 1,2 miliar bersumber dari APBD II Kabupaten Kupang Tahun Anggaran 2018. Sedangkan progress yang tercapai hingga saat ini sudah mencapai 70-an persen. (ade)

Komentar