Pembangunan Pagar Kantor Gubernur NTT Belum Ada Kemajuan

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Hingga pada posisi Rabu, 10 Oktober 2018 pembangunan pagar Kantor Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan  Kontraktor Pelaksana PT. Indoraya Kupang belum ada kemajuan yang signifikan.

Seperti disaksikan wartawan media ini di lokasi proyek tersebut, Rabu (10/10/2018), pembangunan pagar Kantor Gubernur NTT itu belum ada tanda-tanda kemajuan fisik yang signifikan.

Nampak bagian samping di depan Transmart Kupang sudah menanam tiang besi pagar yang sudah terbungkus dengan papan, tetapi belum dicor. Sementara di bagian belakang bangunan tersebut, tepatnya di depan Kantor Bappeda NTT hanya berdiri tiang besi  kosong saja. Di lokasi proyek  tersebut juga kelihatan sepi,  hanya 1-2 orang pekerja saja yang masih aktif bekerja.

Tinggal dua hari lagi, tepatnya tanggal 12 Oktober 2018,  kontraktor dituntut untuk mencapai progress 80-an persen. Tetapi, hingga H-2 progressnya belum ada  tanda-tanda kemajuan sama sekali.

Baca juga :  Terkonfirmasi Covid-19, Satu Paslon Bupati dan Wabup Ngada Tertunda Pemeriksaan Narkobanya

Seperti terpampang di papan proyek di lokasi halaman Kantor Gubernur NTT Jalan El Tari Kota Kupang pekerjaan itu dimulai  31 Mei 2018, dengan jangka waktu pelaksanaan selama 150 hari kalender, masa akhir kontrak 27 Oktober 2018.

Pembangunan pagar Kantor Gubernur NTT tahun ini bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) I NTT sebesar Rp 2.666.883.000 yang dikerjakan  kontraktor pelaksana PT. Indoraya Kupang dan konsultan pengawas CV. Archiligic.
Sebelumnya, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Pagar Kantor Gubernur NTT, Yuban B.Notan kepada wartawan media ini mengatakan, telah memberi sinyal kepada kontraktor untuk mengejar kertinggalan yang ada.

“Dalam rapat bersama tanggal 28 September 2018 lalu, yang dihadiri kontraktor,  konsultan pengawas, dan TP4D  bersepakat tanggal 12 Oktober 2018 ini progressnya harus mencapai 80-an persen. Kita berharap, kontraktor bisa menyelesaikan dalam sisa waktu yang ada,” tegas  Yuban yang juga Kepala Bidang Cipta Karya Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman NTT ini.

Baca juga :  Jelang Pilkada, Polres Mabar Tingkatkan Koordinasi Pengamanan

Dari pengakuan kontraktor, kata Yuban, kendala di lapangan kekurangan personil, dan peralatan. “Kita minta untuk segera menambah tenaga kerja, peralatan dan bahan material dengan sistem bekerja lembur hingga malam hari untuk mengejar target yang disepakati,” sebut Yuban.   Pekerjaannya, menurut dia, tetap berjalan, tetapi terkesan berjalan di tempat atau lambat, karena tidak menunjukkan kemajuan fisik sesuai target yang direncanakan.

“Kita sudah sepakat tanggal 12 Oktober 2018 ini rapat lagi untuk mengetahui progressnya sampai 80 persen atau belum. Rapat itu untuk melihat progress yang disepakati bersama. Apakah progress yang dicapai sesuai dengan yang disepakati dalam rapat tanggal 28 September 2018 lalu atau tidak,” ungkapnya.

Pekerjaan itu juga menggunakan sistem zona, yakni zona A,B,C,D,E,F, dan G . “Kita target sampai tanggal 12 Oktober 2018,   zona A –F pekerjaannya sudah sampai finishing atau sudah mencapai 80 persen, sehingga tinggal  zona G saja,” kata dia.

Baca juga :  Gubernur NTT Hadiri Misa Syukuran Pesta Perak Uskup Ruteng

Terkait rencana addendum, kata Yuban, belum bisa dipikirkan. Ia masih melihat perkembangan fisik di lapangan dulu. Kalau progressnya sudah mencapai finishing zona F, maka tidak perlu lagi dilakukan addendum.

Kata Yuban, pekerjaan itu sudah dimulai Juni 2018 lalu, dan berakhir 23 Oktober 2018,  namun sampai dengan minggu kedua September 2018 progresnya masih 31,74 persen dari target 56,57 persen atau mengalami keterlamabatan 20 persen lebih. (ade)

Komentar