NTP September 2018 di NTT Masih Naik 0,06 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) kembali  mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) di NTT pada September 2018 masih naik sebesar 0,06 persen atau sebesar 107,35 persn  dari  posisi Agustus 2018  naik  sebesar 0,81persen.  

“Artinya, bahwa daya beli atau daya tukar petani lebih baik dibandingkan dengan pengeluarannya. Ini disebabkan terjadi peningkatan pendapatan petani yang lebih besar dibanding biaya produksi pertanian ,”  kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT, Maritje Pattiwaellapia saat menyampaikan press release di Ruang Rapat Lantai II Kantor BPS NTT, Senin (1/10/2018)

Pada bulan September 2018, NTP NTT sebesar 107,35 persen dengan NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 108,37 persen untuk subsektor  tanaman padi-palawija (NTP-P),  103,95 persen untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 107,61 persen untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 108,10 persen untuk subsektor peternakan (NTP-Pt),  dan 110,26 persen untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

Baca juga :  Satu Tahun Tak Ada Air, Pengeboran Sumur di Kampung Sillu Akhirnya Berhasil

Dari data itu, Maritje menyimpulkan,  bahwa tingkat kemampuan/daya beli dan daya tukar (term of trade) petani di pedesaan meningkat.  Hal ini disebabkan pendapatan petani meningkat lebih besar dibandingkan pengeluaran petani.

Di daerah pedesaan, ujar dia, pada September  2018 terjadi inflasi sebesar 0,54 persen. Seluruh subkelompok mengalami deflasi. Faktor pemicunya adalah adanya peningkatan konsumsi masyarakat pada subsektor bahan makanan, makanan jadi dan kesehatan.

Sementara kebutuhan petani untuk biaya produksi bulan September 2018 meningkat bila dibanding bulan Agustus 2018 sebesar 0,15 persen.  Peningkatan biaya produksi petani itu seperti pupuk, obat-obatan, pakan ternak, transportasi dan biaya sewa.  (ade).

Komentar