Bagaimana Kita Memahami Panggilan Hidup Kita ?

SERINGKALI kita mendengar tentang seruan panggilan hidup. Sebuah pengertian simple seperti apakah panggilan hidup itu? Panggilan hidup suatu dorongan dari dalam diri untuk berkarya sesuai rencana Tuhan dengan memanfaatkan berkat Tuhan dalam diri kita. Seringkali kita tidak menyadari bagaimana cara Tuhan bekerja demi mewujudkan panggilan hidup kita.

Telah dijelaskan dalam Alkitab siapakah manusia dan rupanya. Awalnya, manusia diciptakan dengan citra Allah dan memiliki keistimewaan yakni  akal budi dan kebebasan. Manusia memiliki kebebasan absolut dalam menentukan jalan hidup. Meskipun demikian terkadang makna kebebasan manusia sering disalah artikan. Manusia sering jatuh dalam dosa.

Konsekuensinya, perlahan-lahan manusia mulai jauh dari Tuhan dan tidak menyadari rencana Tuhan yang ada dalam diri mereka. Cara yang paling ampuh supaya membuat manusia memahami panggilan hidup yang diinginkan dari Tuhan adalah membangun kembali persekutuan hidup dengan Allah. Ketika manusia mengalami kehidupan baru, maka manusia akan bisa menemukan jati dirinya sehingga Allah bersedia untuk bersekutu dengannya dan membuka jalan untuk mencapai panggilan hidupnya.

Baca juga :  Satu Tahun Tak Ada Air, Pengeboran Sumur di Kampung Sillu Akhirnya Berhasil

Persekutuan dengan Tuhan membuat manusia lebih mengenal Allah dan berkomunikasi denganNya. Dalam mewujudkan panggilan hidup terkadang Allah bekerja dengan cara yang sulit dipahami oleh logika manusia.  Alkitab mengatakan, Allah berbicara melalui hati kita pada saat kita berdoa di hadapanNya. Allah berbicara melalui orang-orang yang lebih dewasa secara rohani yang bisa menyatakan apa yang menjadi kehendak Allah. Allah berbicara melalui tanda Allah berbicara melalui mimpi dan penglihatan dan Allah juga berbicara dengan cara yang Allah kehendaki. Apapun cara yang Allah gunakan untuk menyatakan kehendakNya. Hanya ada satu syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh mereka yang ingin mendengar suara Tuhan yakni berdamailah dengan Allah dan berkomunikasilah seintensif mungkin dengan Allah serta pahamilah kehendak Allah yang terbaik untuk panggilan hidup manusia.

Dalam kehidupan setiap hari terkadang manusia bertanya mengapa saya hidup? pertanyaan ini cenderung muncul tertutama ketika manusia merasa ketika hidupnya sedang mengalami peristiwa-peristiwa yang kurang membahagiakan buat dirinya.  Pada suatu hari saya bersua dengan seorang teman yang baru saja lulus dari Fakultas Keperawatan dengan mendapat predikat cum laude di salah satu universitas terkemuka di Jawa. Ketika saya bertanya kemana kamu hendak berkarya setelah ini. Dia menjawab tanpa rasa ragu “saya akan kembali ke NTT, mangabdi di daerah terpencil di sana dan mengabdikan seluruh ilmu yang telah saya pelajari kepada seluruh masyarakat lokal di sana. Terutama mengenai masalah kesehatan yang pada akhirnya dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Sontak saya terkagum setelah mendengarkan jawabannya. Padahal, menurut saya orang sepertinya tidak akan sulit mendapatkan pekerjaan di daerah Jawa bahkan langsung ditawarkan untuk menjadi Dosen di perguruan tinggi tersebut dengan gaji yang tinggi, namun dia menolak dengan alasan seperti yang sudah disampaikan. Itulah panggilan hidup sebenarnya. Tidak berorientasi kepada materi yang mungkin bisa diperoleh lebih besar kalau saja dia menerima tawaran pekerjaan sebelumnya dan lebih memilih untuk kembali ke daerahnya. “Saya hidup untuk melayani Tuhan dan jawaban itu telah saya dapat dengan keputusan saya untuk balik ke NTT”, begitulah perkataannya yang masih teringat dalam benak saya. Dari Pengaman hidup di atas telah mengajarkan bahwa Allah akan membentuk dan mengenali setiap pribadi manusia yang mengadakan persekutuan denganNya dan sanggup membuka diri terhadap segala rencana atau panggilan hidupnya. Allah tak pernah berdiam diri terhadap apa yang dikehendaki oleh manusia ciptaannya. Sudahkan kita mengenali panggilan hidup kita???? ……………….

Komentar