Gubernur NTT : Jadilah Lilin di Tengah Masyarakat

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Viktor Bungtilu Laiskodat mengingatkan para wisudawan/i perdana Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk menjadi lilin di tengah masyarakat.

“ Walaupun tubuhmu gelap, tetapi jangan pernah menjadi manusia gelap,” pesan Gubernur Viktor saat memberi sambutan pada  acara Wisuda Sarjana Perdana dan Dies  Natalis I Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 NTT yang berlangsung di Aula El Tari Kupang, Jumat (28/9/2018).

Menjadi sarjana, menurut dia, tidak semata-mata berorentasi menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), tetapi yang paling penting adalah bagaimana mengaplikasikan ilmumu yang diperoleh selama di bangku kuliah di tengah kehidupan bermasyarakat.

Kata Viktor, lahan kering di NTT cukup luas, didukung dengan sumber mata air dan matahari yang cukup. Sebab, berbicara pertanian, berbicara tentang air, tanah, dan matahari. Itu harusnya menjadi keunggulan yang komperatif  untuk diwujudnyatakan dalam kehidupan  sehari-hari di NTT.

Saya tidak suka melihat orang NTT lapar karena tanahnya tidak produktif.  Bukan tanahnya yang tidak produktif, tetapi otaknya yang tidak produktif.   Saya juga tidak mau mendengar orang NTT miskin karena air tidak ada,  bukan air  yang tidak ada, tetapi otaknya yang tidak ada . Saya katakan NTT tidak boleh kelaparan, karena sumber segala metamorfosa ada di NTT,” tandas Mantan Anggota DPR RI dari Partai NasDem ini.

Baca juga :  New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

Ia juga tidak suka melihat anak muda NTT yang jalannya seperti  “bencong”  atau berjalan seperti opa-opa, nenek-nenek, dan kakek-kakek.  “Bergerak saja susah, pasti otaknya lebih susah lagi.  Zaman nenek moyang kita dahulu  (manusia purba,red) setiap hari mereka  bergerak  sepanjang 19 kilo meter.  Hari ini, saya yakin, berjalan dalam  jarak 5 kilo meter saja sudah ngos-ngosan.  Bagi anak muda yang tidak pernah berlari, itu anak muda yang paling “tolol” di negeri ini,” pungkasnya.

Berlari itu, bagi dia, bagian dari berolahraga. Sebab, di dalam tubuh yang sehat terdapat juga jiwa yang sehat. Dan’orang yang sehat, daya tahan tubuhnya mampu menangkal segala serangan penyakit. “Bergeraklah lebih banyak  untuk tetap menjaga kebugaran dalam tubuhmu, sehingga motorikmu mampu menjawab pelayanan di masyarakat,” tutupnya.

Baca juga :  Desain Penanganan Sampah di Kota Kupang Harus Jelas

 

Siap Melayani Masyarakat

 

Sementara, Rektor Universitas Persatuan Guru (UPG) 1945 Nusa Tenggara Timur (NTT),  David Selan dalam sambutannya mengatakan, para alumni yang diwisuda dari lembaganya siap melayani masyarakat.

“Kita telah melaksanakan wisuda perdana, suka duka, sukar sulit dan pahit getir telah kita lewati dengan air mata serta pergumulan yang panjang selama 4 tahun dengan 19 putusan pengadilan, tetapi hari ini (Jumat, 27/9/2018,red) kita berdiri di sini dengan rasa bangga atas semua perjuangan yang telah ditorehkan oleh segenap unsur organisasi, yaitu Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, PB PGRI, BPH PB PGRI, Ketua DKGI, Rektor dan seluruh civitas akademika UPG 1945 NTT,” sebut Selan.

Kehadiran UPG 1945 NTT, ujar Viktor, untuk membantu masyarakat ekonomi lemah dan tidak mampu,  kualitas UPG 1945 NTT tidak perlu diragukan karena program studi yang telah diwisuda kali ini telah terakreditasi dengan grade B.

Untuk itu, ia minta masyarakat NTT dan Indonesia secara umum, jangan ragu untuk kuliahkan putra/i-nya di UPG 1945 NTT yang sampai saat ini masih menerima mahasiswa baru.  Kepada para lulusan UPG 1945 NTT,   tugas dan tanggungjawab besar telah menanti anda untuk membantu bangsa Indonesia, khususnya bagi Flobamora tercinta.

Baca juga :  Konsulat Jenderal RRT Dukung Gubernur NTT Kembangkan Pariwisata

“Modal ilmu pengetahuan dan ketrampilan telah kami berikan, tinggal praktiknya. Meski begitu, wisudawan tidak hanya puas diri dengan ilmu yang ada. Teruslah menggali ilmu pengetahuan serta mengasah potensi diri dan ketrampilan lain yang diperlukan ketika berada di masyarakat agar kelak menjadi orang hebat,” imbuhnya.

Karena itu, ciptakanlah lapangan pekerjaan dengan membaca peluang usaha, terutama adanya program dari pemerintah dalam meningkatkan usaha kecil menengah dengan dana KUR serta program ekonomi kreatif lainnya. (ade)

Komentar