Pembangunan Jetty PPI Oeba Masuk Tahap PHO

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com  –  Pembangunan jetty di Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Oeba, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan CV. Teguh Karya sudah dilakukan profesional hand over (PHO) tahap pertama, Selasa (25/9/2018)

Seperti disaksikan wartawan media ini di lokasi pembangunan jetty PPI Oeba, Selasa (25/9/2018), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Jermi bersama tim PHO-nya, dan  Direktur CV. Teguh Karya, Adi Banoet yang lazim disebut AB ini sama-sama melihat progress fisik pekerjaan tersebut di PPI Oeba.

Jermi mengaku, pekerjaan itu sudah dilakukan penyerahan tahap pertama (PHO) dari kontraktor ke pemilik proyek, dalam hal ini DKP NTT dengan masa pemeliharaan selama enam bulan ke depan. “Jadi, kalau selama enam bulan ke depan bangunannya mengalami kerusakan, maka kontraktor wajib memperbaikinya,” kata Jermi.

Baca juga :  Ribuan Pendukung Antar Paket Edi-Weng Daftar di KPU Mabar

Menyinggung soal realisasi pencairan keuangan, Jermi mengaku, baru uang muka tahap pertama sebesar 30 persen dari nilai kontrak sebesar Rp 719.953.000 yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) Tahun 2018.

Alami Defiasi Plus

Sementara Direktur CV. Teguh Karya ,Adi Banoet mengaku, pekerjaannya sudah rampung 100 persen dan sudah dilakukan PHO, Selasa (25/9/2019).   Menurut dia, pekerjaannya mengalami defiasi plus atau mengalami percepatan progress fisik dari masa kontrak selama lima bulan, tetapi diselesaikan dalam tempo dua bulan.

Jika mengacu pada kontrak, kata Adi,  pekerjaan itu harusnya diselesaikan dalam tempo 150 hari kalender terhitung sejak 15 Juni – 21 November 2018, tetapi dalam pelaksanaannya  kontraktor selesai dalam tempo dua bulan atau tanggal 31 Agustus 2018 sudah rampung 100 persen.

Baca juga :  Samuel Bia Hilang Saat Mencari Ikan di Pantai Boking

“Pembangunan jetty sepanjang  50 meter dengan lebar 6 meter  itu kami selesai kerjakan tanggal 31 Agustus 2018 lalu, dan sekarang tinggal pekerjaan pembersihan sisa-sisa material saja,” kata  Adi Bonoet.

Walaupun sudah dilakukan penyerahan tahap pertama, ia masih punya tanggungjawab selama enam bulan ke depan untuk melakukan pemeliharaan, terhitung dari tanggal 1 September 2018 – Februari 2019. (ade)

Komentar