Bupati Kupang : Mendidik dan Membentuk Karakter Anak Melalui Program 3 K

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Bupati Kupang, Ayub Titu Eki kembali mengingatkan para pengelola  dan para pendidik, Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  Berintegritas di wilayahnya agar dapat mendidik dan membentuk karakter anak melalui program 3 K, yakni  kantin, kebun dan koperasi.

Hal itu disampaikan Bupati Kupang, Ayub Titu Eki saat membuka kegiatan workshop bagi mentor dan guru PAUD Berintegritas di Hotel Neo Aston Kupang yang diterima media ini melalui  press release group WhatsApp Humas Pemkab Kupang, Selasa (18/9/2018).

Workshop yang berlangsung selama 4 hari dari tanggal 18 – 21 september 2018  ini dilaksanakan atas kerjasama antara Pemerintah New Zealand dengan Unicef, dan Direktorat Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini.

Kepada para pengelola dan para pendidik PAUD, Bupati Titu Eki  mengingatkan, bahwa bantuan yang diterima dari berbagai pihak jangan menjadi sebuah ketergantungan jangka panjang, melainkan bagaimana memanfaatkan bantuan yang ada menjadi lebih baik dan membawa perubahan demi kemajuan pendidikan anak-anak usia dini.

Ia menginginkan, anak-anak yang ada di Kabupaten Kupang harus menjadi anak-anak yang berintegritas.  Bupati Titu Eki juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang mendukung PAUD demi pengembangan karakter anak.  Bupati Ayub ingin semua pihak turut terlibat dalam membentuk dan mendidik anak-anak bangsa melalui program PAUD Holistic Berintegratif.

Baca juga :  Pemkab Kupang Siap Menata Pasar Oesao

Sementara Perwakilan UNICEF, Nugroho menyampaikan terima kasih kepada Bupati Kupang,  Ayub Titu Eki yang telah mendukung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)  yang tertuang dalam peraturan bupati (Perbup) Kupang selama ini.

Menurut Nugroho, PAUD di Kabupaten Kupang  mengalami perubahan yang signifikan. Ia berharap, dari pelatihan ini, para mentor maupun guru dan penilik memiliki kemampuan yang lebih baik lagi dalam mendampingi lembaga PAUD untuk memberikan pengajaran yang berkualitas.

Perubahan itu dapat dilihat dari aspek pengembangan ketrampilan dan praktek reflektif dalam menggunakan contoh praktis dan dokumentasi metode sesuai bakat, pengembangan ketrampilan monitoring yang efektif. Pengembangan untuk merefleksi pembelajaran dan pengajaran di PAUD serta untuk mempertegas dan mengartikulasi filosofi pengajaran, sebut Nugroho.

Baca juga :  PLN Raih Tiga Penghargaan di Ajang BUMN Marketeers Award 2020

Terapkan 2019

Pada kesempatan yang sama juga Pelaksana Harian (Plh) Direktur Pembinaan PAUD,  Enah Suminah berjanji,  mulai tahun 2019  akan diterapkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor : 2 Tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal anak berusia 5 dan 6 tahun harus mendapatkan layanan PAUD Berintegritas sebelum masuk ke sekolah dasar (SD).

Suminah sangat mendukung program Bupati Kupang untuk sekolah, yakni program 3 K,  kebun,  kantin dan koperasi. Menurut dia,  program ini salah satu solusi memberantas stunting (kerdil,red) di Kabupaten Kupang, karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas dan berkualitas.

Pada momen yang sama juga, Tim dari Waikato University New Zealand,  Kiora  menyampaikan terima kasih kepada Bupati Ayub Titu Eki atas peran beliau, pikiran dan sumbangsih Pemda melihat PAUD sebagai dasar yang penting untuk menyiapkan generasi terbaik di masa mendatang.

Kata Kiora, PAUD di Kabupaten Kupang bisa menjadi model PAUD Holistik Berkualitas, dan menjadi tolak ukur layanan PAUD untuk nasional. Keberlangsungan program bukanlah menjadi rencana melainkan aksi yang harus diwujudnyatakan.

Baca juga :  Tarif Listrik Golongan Rendah Turun Mulai Hari Ini

Perubahan signifikan dalam pendidikan PAUD di Kabupaten Kupang, menurut dia,  dilihat dari kemajuan peningkatan akses dan mutu pendidikan anak usia dini di  Kabupaten Kupang. Esensi sebagai guru dan mentor, tambahnya lagi,  jauhi budaya meniru, tapi ciptakan sesuatu yang bermanfaat dan banyak berkreasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bunda PAUD Kabupaten Kupang, Ny. Christina Titu Eki,  Plh. Direktur Pembinaan Paud, Enah Suminah,  Perwakilan Unicef, Nugroho,  Perwakilan Kedutaan Besar New Zealand, Mieke Ingriani,  para nara sumber dari Universitas Waikato, dan peserta mentor dan guru PAUD Kabupaten Kupang di 100 lembaga terpilih.  (ade)

Komentar