Daging Hewan Qurban di Masjid Nurhidayah Dibagikan 1.000 Orang

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Daging hewan qurban yang dipotong pada Hari Raya Idul Adha 1439 H, Rabu (22/8/2018)  di Masjid Nurhidayah, Kelapa Lima, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dibagikan kepada 1.000 orang,  baik dari kalangan  musim maupun non muslim.

Ketua Panitia Hewan Qurban Hari Raya Idul Adha 1439 H Masjid Nurhidayah Kelapa Lima, Kota Kupang,   Abdullah Kasim kepada wartawan di Masjid Nurhidayah Kupang, Rabu (22/8/2018)  menyebutkan, jumlah hewan qurban di masjidnya tahun ini sebanyak 65 ekor, terdiri dari 21 ekor sapi dan 44 ekor kambing.

Hewan yang ada itu diperoleh dari sumbangan para jemaah di Masjid Nurhidayah Kelapa Lima, Kota Kupang. Sementara dari Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, kata Kasim, tidak ada sumbangan hewan. Berbeda dengan tahun lalu, Pemkot Kupang menyumbang 2 ekor sapi untuk Masjid Nurhidayah Kelapa Lima. Tetapi, tahun ini tidak ada, kata Kasim.

Baca juga :  Misa Kamis Putih di Gereja St. Kristoforus Matani Berlangsung Aman

Membunuh Rasa Kebinatangan

Daging Qurban

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Nurhidayah Kelapa Lima, Kota Kupang,  Haji Muslimin Rusli menjelaskan, penyembelihan hewan qurban pada Hari Raya Idul Adha memberi makna membunuh rasa kebinatangan yang ada di dalam diri manusia.

“Menyembelih hewan menyimbolkan kita  membunuh nafsu kebinatangan  dari dalam diri kita.  Jadi, kalau hanya membunuh hewan tanpa membunuh rasa kebinatangannya kita, maka percuma saja kita merayakan Hari Raya Idul Adha tahun ini.  Kalau kita membunuh hewan, kita juga harus mampu membunuh rasa hewani di dalam diri kita sendiri,” kata Haji Rusli.

Hewan qurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini, lanjut dia, dibagi untuk semua lintas agama di empat wilayah di Kecamatan Kelapa Lima, termasuk para Ketua RT/RW,  dan tokoh masyarakat.

Baca juga :  Sambil Pemulihan Pasca Bencana, Program Pembangunan Tetap Dillaksanakan

Kata Haji Rusli, hewan qurban yang disembelih pada Hari Raya Idul Adha tahun ini jumlahnya lebih sedikit dibanding dengan tahun 2017 lalu. Penurunan jumlah itu, menurut dia, karena faktor ekonomi. (ade)

Komentar