Masyarakat dan Pemda Diminta Mendukung Pembangunan Jembatan di Kota Ba’a

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com- Masyarakat dan pemerintah daerah (Pemda) setempat diminta mendukung pembangunan Jembatan Namodale di Kota Baa, Kabupaten Rote Ndao tahun ini.

“Pembangunan jembatan ini masih terkendala dengan pemukiman warga di ujung jembatan.  Kami masih melakukan koordinasi dengan masyarakat dan Pemda setempat, agar dalam waktu dekat ini sudah bisa dilakukan eksekusi,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 3.4 Pulau Rote- Pulau Sabu Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah I, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Timur  (BPJN NTT), Desber Y.A. Benu, ST kepada media ini di Kupang, Kamis (9/8/2018)

Terhadap kendala itu, Benu sudah melakukan pendekatan secara persuasif  kepada Pemda dan masyarakat setempat untuk memberi pemahaman terkait  pembangunan jembatan tersebut, terutama memberi penjelasan dan meyakinkan masyarakat bahwa pembangunan jembatan itu tidak mengganggu rumah warga.

Baca juga :  Tingkatkan Peran Serta , IMO-Indonesia Sampaikan Surat ke Dirjen Polpum Kemendagri RI

Ia optimis, alat berat yang diturunkan ke lokasi  nanti tidak memiliki daya getaran yang tinggi yang menggeser konstruksi tanah di sekitarnya termasuk rumah warga.  “Kita akan menggunakan alat jackhmmer  yang tidak mengganggu pemukiman warga setempat saat bekerja,”tandas Benu.

Ketika ditanya, apakah kendala tersebut dapat mempengaruhi jadwal pekerjaan yang ada, kata Benu tidak berpengaruh, semuanya berjalan normal.  Sementara 9 paket pekerjaan yang sudah  berjalan sejak Maret 2018 lalu, rata-rata progressnya saat ini mengalami defiasi plus 2 persen. Dari rencana, 30 persen, realisasinya sudah mencapai 32 persen, atau mengalami percepatan 2 persen.  Kecuali satu paket, yakni  pembangunan Jembatan Oemukudale masih minus atau progress fisiknya baru mencapai 28 persen.

Baca juga :  New Normal, Gubernur NTT : Tidak Melarang Untuk Pesta

Paket lain yang progressnya sudah mencapai 32 persen, yakni paket long segmen Jalan Pulau Rote dengan nilai kontrak sebesar Rp 21, 154 miliar, paket long segmen jalan di Sabu, Kabupaten Sabu Raijua dengan nilai kontrak  sebesar Rp 32,475 miliar, paket Jembatan Namodale di Rote  dengan nilai kontrak sebesar Rp 2,8 miliar , dan paket Jembatan Baudale dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,8 miliar.

Selanjutnya,  paket Jembatan Oemukudale  dengan nilai kontrak sebesar Rp 8,82 miliar,paket Jembatan Sou di Rote dengan nilai kontrak sebesar Rp 5,9 miliar, paket Jembatan Umakapa dengan nilai kontrak sebesar Rp 6,7 miliar dan paket Jembatan Oelelenan di Rote dengan nilai kontrak Rp 5,8 miliar dengan total keseluruhannya lebih kurang Rp 80-an miliar.

Baca juga :  Pemkab Kupang dan Alfa Omega Tandatangan MoU Proyek Envision

Waktu pelaksanaan dari masing-masing paket itu, tambah Benu,  ada 4 paket yang sudah berjalan sejak Maret 2018 lalu diikuti yang lainnya dan berakhir masa kontrak tanggal 31 Desember 2018. “Mudah-mudah semuanya bisa diselesaikan tepat waktu,”harap Benu. (ade)

 

 

Komentar