Kunjungan Wisman dan Wisnus ke NTT Meningkat

KUPANG,NTT PEMBARUAN.com-  Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan wisatawan nusantara (Wisnus) ke  sejumlah daerah destinasi wisata di Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Juli 2018 ini meningkat 80 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Peningkatannya cukup signifikan,” kata kata Beni Wahon,  Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Dinas Pariwisata NTT kepada wartawan media ini di Kupang, Jumat (27/7/2018).

Dalam bulan Juli 2018 ini, kata dia, sekitar 800-an pengunjung domestik atau wisnus dan 300 –an wisman datang ke NTT. Dari jumlah itu, terbanyak ke Taman Nasional Komodo (TNK), Kabupaten Manggarai Barat (Mabar).

“Kita terus melakukan promosi sejumlah lokasi destinasi wisata menarik di NTT, baik di tingkat daerah, nasional maupun internasinal,” kata Beni yang juga Mantan Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT ini.

Baca juga :  Wagub Nae Soi : Penyebaran Informasi Harus Mendukung Pembangunan di NTT

Taman Nasional Komodo, kata dia, merupakan lokasi destinasi wisata terpopuler di dunia yang menjadi daya pikat tersendiri bagi Wisnus dan Wisman.

Lokasi destinasi wisata yang tidak  kalah menarik lainnya di Flores adalah danau tiga warna Kelimutu di Kabupaten Ende.  Destinasi wisata mendunia lainnya, seperti wisata budaya batu megalitik di Sumba. Tetapi, beberapa tahun belakang ini, ujar dia,  pemerintah kabupaten se-daratan Sumba gencar melakukan destinasi wisata alam.

Kata Beni, hampir semua daerah di NTT memiliki keunikan masing-masing yang menjadi lokasi destinasi wisata.  “Di Timor, kita sementara mencari breandingnya apa. Pemerintah provinsi maupun kabupaten se-daratan Timor, terutama Belu, Timor Tengah Utara (TTU),  Malaka , dan  Timor Tengah Selatan (TTS) akan menjadikan Tarian Likurai sebagai breanding destinasi di Timor,” sebut Beni.

Baca juga :  Pemprov NTT dan Undana Kupang Bahas Pengembangan Pertanian, Peternakan dan Perikanan

 

Pulau Padar   

 

Seperti diketahui, Pulau Padar adalah pulau ketiga terbesar di Kawasan Taman Nasional Komodo, setelah Pulau Komodo dan Pulau Rinca. Pulau yang memiliki pemandangan yang bagus ini lebih dekat ke Pulau Rinca daripada ke Pulau Komodo yang dipisahkan oleh Selat Lintah. Pulau Padar tidak dihuni oleh Biawak Komodo (dalam Bahasa Manggarai disebut Ora,red). Di sekitar pulau ini, terdapat pula tiga atau empat pulau kecil. Pulau Padar juga diterima sebagai situs warisan dunia UNESCO, karena berada dalam wilayah Taman Nasional Komodo bersama dengan Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan Pulau Gili Lawa. (ade)

Komentar