Kabupaten Kupang Sudah Kirim 10.000 Ekor Sapi ke Luar Daerah

OELAMASI, NTT PEMBARUAN.com – Hingga Juli 2018 ini, Kabupaten Kupang sudah mengirim 10.000 ekor sapi ke luar daerah dengan daerah tujuan Jakarta, Surabaya, Provinsi Jawa Timur (Jatim), Bandung, Provinsi Jawa Barat (Jabar), Kalimantan Barat, dan Sulawesi.

Tahun ini, kuota pengiriman sapi dari Kabupaten Kupang 17.500 ekor dan realisasinya hingga bulan ini sudah mencapai 10.000 ekor, “ kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Kupang, Bambang Permana, M.Si kepada wartawan media ini di Oelamasi, Jumat (27/7/2018).

Sekarang ini, kata Bambang,  tidak sulit, karena begitu ada permintaan langsung direspon atau  paling lambat 3 hari sudah mendapat jawabannya. “Semua pelayanan publik di dinas kami harus dijalani dengan prima,” ujarnya.

Baca juga :  Tahun 2020, BNNP NTT Baru Penuhi 4 LKN

Menurut dia, setiap tahun  biasanya ada penambahan kuota,  berkisar antara 4000 -5000  ekor.  Penambahan kuota biasanya terjadi di bulan November. “Sekarang ini, kuotanya tinggal sedikit,  tetapi saya tahan-tahan dulu,” kata Bambang.   Dia akui, permintaan sapi dari luar daerah  terlalu banyak, namun pihaknya rem-rem. Karena pernah terjadi di akhir tahun orang bisa menjual rekomendasi .  Sekarang,  setiap  mengajukan permohonan rekomendasi harus melampirkan realisasi pengeluaran sapi sebelumnya. Misalnya, saya keluarkan rekomendasi 100 ekor sapi,  tetapi kalau realisasi sebelumnya baru  terkirim 75 ekor, maka saya hanya menambah 75 ekor saja untuk melengkapi hingga 100 ekor, sehingga tidak terjadi di akhir tahun orang menjual rekomendasi,” kata Bambang.

Baca juga :  Program TP PKK NTT Dibawa Kepemimpinan Bunda Julie Laiskodat

Kalau mengikuti permintaan, ujar Bambang,  terlalu banyak dan paling banyak dari Jakarta dan Kalimantan Barat untuk kepentingan konsumsi.  Tetapi, ia harus mengatur rekomendasinya, sehingga minimal sampai bulan Oktober 2018 itu kuotanya belum habis.

”Permohonan yang diajukan selalu dilengkapi dengan persetujuan dari daerah penerima,sehingga kita bisa tahu ada persetujuan daerah tujuan,” tutupnya. (ade)

Komentar