Pembangunan Monumen Pancasila Alami Defiasi Plus 0,6 Persen

KUPANG, NTT PEMBARUAN.com – Pembangunan monumen pancasila yang dibangun di Kawasan Bolok, Desa Nitneo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dimulai 4 Mei 2018 lalu, kini progress fisiknya mengalami defiasi plus 0,6 persen.

“Posisi per tanggal  21 Juli 2018 progress fisiknya sudah mencapai 6,6 persen dari rencana 5,9 persen atau terjadi percepatan 0,6 persen,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pembangunan Monumen Pancasila, Dona Tho melalui Direksi Tehnik Pembangunan Monumen Pancasila Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Maurits Simorangkir kepada wartawan di Kupang, Rabu (25/7/2018).

Bobot yang besar pekerjaan ini, menurut dia, figur monumennya. “Sekarang modul atau model monumennya sementara dibuat di Yogyakarta. Rencananya, tanggal 26 Juli 2018  (Kamis, 26/7/2018,red) tim Direksi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi NTT dan rekanan dari PT. Erom melihat hasil modul itu di Yogyakarta.  Ketika sudah dibuat, maka modul itu dijadikan satu mall untuk pembuatan patungnya lalu dibawa ke Kupang untuk dibangun di lokasi sekarang,” urainya.

Monumen  setinggi 40 meter yang dibangun itu nanti akan dilengkapi galeri, restaurant, dan panggung hiburan yang pada gilirannya menjadi salah satu destinasi wisata bersejarah lahirnya pancasila dari NTT.

Pembangunan monumen pancasila ini akan menghabiskan anggaran sebesar Rp 28.243.481.000,00 (angka dalam kontrak,red) dari total pagu anggaran sebesar Rp 31 miliar lebih bersumber dari APBD I Murni 2018. Waktu pelaksanaannya selama 220 hari kalender terhitung sejak 9 Mei – 14 Desember 2018. (ade)

Komentar