Bacaleg NTT Diberi Waktu Sepuluh Hari Lengkapi Persyaratan

KUPANG,NTT PEMBARUAN.com – Para bakal calon legislatif (Bacaleg) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) diberi waktu selama sepuluh hari terhitung 22 – 31 Juli 2018 untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

“Kami sudah melakukan verifikasi kelengkapan dan pemehunan syarat dari 957 bakal calon legislatif (Bacaleg) NTT.  Dan’ kami  telah merekomendasikan kepada 16 pimpinan partai politik (Parpol) untuk melengkapi persyaratan yang masih kurang itu pada tanggal 21 Juli 2018 untuk dilengkapi selama sepuluh hari ke depan, terhitung sejak 22 – 31 Juli 2018,” kata Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi NTT,  Thomas Dohu, S.Hut kepada media ini, di Kupang, Senin (23/7/2018).

Yang belum memenuhi syarat, misalnya, biodata Bacaleg belum semuanya mengisi sesuai aturan yang berlaku.  Contoh lain,  dia (Bacaleg,red) menyebut tamatan S2, tetapi tidak melampirkan ijazah S2-nya atau dia tidak mengisi dengan benar terkait biodatanya.

Baca juga :  Latihan SAR Beregu Tahun 2020 Tetap Mematuhi Protokol Covid-19

Contoh lain lagi, dia (Bacaleg,red) menyatakan sebagai mantan terpidana, tetapi tidak mencentang pada kotak pernyataan, atau sebaliknya dia betul-betul mantan terpidana tetapi tidak memasukan dokumen terkait.

Hal lain juga yang bersifat administratif, misalnya, seharusnya dia memasukan ijazah terakhir yang dilegalisir, tetapi hanya memasukan scand. “Padahal yang kami  minta adalah legalisir basah. Ada beberapa yang tidak memasukan surat pernyataan dan biodata,  padahal itu dokumen utama yang harus kami ketahui terkait data diri bakal  calon (Balon). Karena itu, selama 10 hari ke depan kami membuka diri untuk berkonsultasi dan asistensi terhadap dokumen-dokumen para Balon,” kata Thomas .

Kata Thomas, paling lambat tanggal 31 Juli 2018  semua dokumen yang belum lengkap sudah diserahkan ke KPU NTT.  “Setelah itu,  tujuh hari ke depannya, kami akan melakukan penelitian tahap kedua, dan kalau tidak memenuhi syarat lagi, maka kami akan mencoret bakal calon legislatif tersebut dari Dapil itu,” tegasnya.

Baca juga :  RSUD Umbu Rara Waingapu Jadi Pelanggan Premium Pertama di Sumba

Ia juga mengingatkan kepada Parpol untuk memperhatikan dokumen perempuan harus mencapai kuota 30 persen.  Sebab, kalau tidak mencapai 30 persen atau dokumennya tidak lengkap,  maka Dapil itu untuk Parpol tersebut kosong atau dokumen bakal calon lainnya gugur dengan sendirinya.

Dari 957 Bacaleg NTT itu terdiri dari laki –laki,  608 orang dan  perempuan, 349 orang yang akan  merebut 65 kursi di DPRD NTT. Jumlah itu tersebar di 8 Dapil di NTT, yakni  Dapil  1, Kota Kupang, 6 kursi, Dapil 2 meliputi Kabupaten Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua, 7 kursi, Dapil 3, Daratan Sumba, 10 kursi, Dapil 4, Manggarai Raya, 10 kursi, Dapil 5, Ngada, Nagekeo, Ende dan Sikka, 11 kursi, Dapil 6, Flores Timur ((Flotim), Alor dan Lembata, 6 kursi, Dapil 7 meliputi, Belu, Malaka dan Timor Tengah Utara (TTU), 8 kursi dan Dapil 8, Timor Tengah Selatan (TTS), 6 kursi.

Baca juga :  Gubernur NTT : “Saya Tidak Mau Sumba Terus Miskin”

Sementara 16 Parpol yang ikut mengambi bagian dalam pimilihan legislatif (Pileg) 2019 mendatang di NTT itu, yakni NasDem, Gerindra, PAN, PKB, PSI,  Perindo, Demokrat, Hanura, PDIP, PKPI, Golkar, PPP, PKS, Garuda, Berkarya dan PBB. (ade)

Komentar