Simbolon Lantik Penjabat Bupati Sikka

KUPANG,NTT PEMBARUAN.com –  Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Drs. Robert Simbolon mewakili  Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melantik Penjabat Bupati Sikka, Drs. Mekeng Florianus di Lantai  IV Aula Fernandez, Kantor Gubernur NTT, Jumat (20/7/2018).

Mekeng yang juga Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa (BPMD) Provinsi NTT ini menjalankan jabatan sebagai Penjabat Bupati Sikka kurang lebih dua bulan ke depan, setelah berakhirnya masa jabatan Bupati Sikka, Yoseph Anser Rera dan Wakil Bupati Sikka, Paulus Nong periode 2013-2018.

Penjabat Gubernur NTT, Drs. Robert Simbolon dalam sambutannya menyampaikan kepada penjabat bupati untuk menjalankan kepercayaan yang ada dengan penuh tanggungjawab. Tanggungjawab kepada sesama pejabat, tanggungjawab kepada rakyat dan tanggungjawab kepada Tuhan.

“Kita tidak boleh menggunakan sok kuasa dalam menjalankan tugas, tetapi jalankan sesuai aturan yang berlaku,”  imbuhnya.  Ia menyebutkan, ada tiga yang dibutuhkan seorang pejabat, pertama, berperilaku baik, kedua, berani memihak kepada kepentingan rakyat,  dan berani  memihak kepada  kepentingan kebenaran. Ketiga, pejabat harus pintar dan cerdas.  Sebab, persoalan  di masyarakat sangat kompleks, multidimensi, multivarian, sehingga tidak cukup hanya  mengandalkan satu ilmu untuk melayani masyarakat. “Dibutuhkan semua ilmu yang tersedia, dan semua pengetahuan yang tersedia kemudian diramu   suatu solusi untuk menjadi sebuah kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Jadi, menjadi pejabat harus belajar, belajar dan belajar termasuk belajar dari bupati dan wakil bupati sebelumnya,” kata Simbolon.

Baca juga :  Jumlah Pasien Terkonfirmasi Positif Covid-19 di NTT 402 Orang

Kepada penjabat bupati, ia berpesan,  untuk melaksanakan tugas dan kepercayaan yang ada sebaik-baiknya dengan totalitas, integritas dan dedikasi yang tinggi demi menjaga martabat dan kewibawaan keluarga serta menjaga martabat dan kewibawaan  pemerintah provinsi (Pemprov) NTT di mata masyarakat.

Simbolon juga menitipkan beberapa program strategis nasional  untuk terus digalakan di Kabupaten Sikka.  Pertama, harus memastikan satu persatu program Nawacita Presiden menjadi kenyataan di masyarakat Sikka. Kedua,  kehadiran negara melalui Penjabat Bupati Sikka bisa membawa perubahan dalam pelayanan kemasyarakatan di sana.  Ketiga, pemerintah tidak boleh absen dalam kehidupan masyarakat, minimal harus menjadi contoh  di tengah masyarakat, seperti yang dilakukan para nabi,  yakni mewartakan, melaksanakan, dan mempertanggungjawabkan, sebutnya.

“Seorang gubernur atau bupati harus bisa mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada masyarakat. Itulah ciri khas seorang pemimpin,” tandasnya. Kata dia, pejabat tidak bisa hanya memberi  ceramah, atau  saat berada di ruang kerjanya hanya membaca whatsapp, dan  membuka internet saja, tetapi harus bisa mempertanggungjawabkan semua tugas yang diembankan kepadanya.

Baca juga :  Gubernur NTT Mengajak DPRD TTU untuk Berpikir Global

“Saya juga memohon dukungan semua stakeholder selama menjalankan jabatan sebagai penjabat gubernur. Jangan sampai ada persoalan di masyarakat yang tidak terkomunikasikan.  Jangan sampai ada masyarakatnya yang busung lapar, tetapi gubernur atau bupatinya tidak tahu, atau ada masyarakat yang tidak  mampu berobat, tetapi gubernur dan  bupatinya tidak tahu,” kata dia.

Nawacita keempat, lanjutnya lagi,  negara  tidak boleh lemah. Karena itu, perlu membangun kerjasama yang erat dengan seluruh stakeholder di daerah. “Kita harus pastikan bahwa negara kita adalah negara yang kuat ,” tegasnya.

Ada tiga tugas utama yang perlu dilaksanakan penjabat bupati. Pertama, pastikan bahwa penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kabupaten Sikka terus berkesinambungan. Kedua, melakukan upaya-upaya instalasi program strategis bupati dan wakil bupati terpilih atau mensinkronisasi semua visi-misi program strategis yang dijanjikan bupati dan wakil bupati terpilih. “Kita sudah menyediakan fundasi untuk bupati dan wakil bupati terpilih,” ujarnya. Ketiga, ciptakan situasi yang kondisif menjelang pemilihan legislatif (Pileg), pemilihan presiden dan wakil presiden 2019. “Mari semua komponen bergandengan tangan untuk bersatu padu menciptakan situasi yang aman dan damai di NTT, agar semua aktivitas masyarakat dan roda pemerintah tetap berjalan sebagaimana yang diharapkan,” imbuhnya.

Baca juga :  Kapolda NTT Diminta Hentikan Penyidikan Pemred BeritaNTT.com dan Pemred Tribuana Pos

Mengakhiri sambutannya, ia mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Wakil Bupati Sikka yang telah memimpin selama 5 tahun di daerah itu dengan sumbangan pemikiran, waktu dan tenaganya untuk membangun daerahnya termasuk perjuangannya untuk pembentukan Kota Maumere. Tugas pak Flori sebagai penjabat bupati adalah memelihara harapan masyarakat itu, tutupnya (ade)

Komentar