Di Mabar, Sebagian Besar Jalan Kabupaten Belum Teraspal

LABUAN BAJO, NTT PEMBARUAN.com– Hingga hari ini sebagian besar jalan kabupaten di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) belum teraspal atau sepanjang 754,52 kilo meter masih jalan tanah.

Secara keseluruhan total panjang jalan kabupaten di Kabupaten Manggarai Barat (Mabar)   1.226,9 kilo meter.  Dari jumlah itu, yang sudah HRS atau jalan hotmixnya sepanjang  8,30 kilo meter, jalan lapen sepanjang 383,61 kilo meter,  jalan telfon 401,91 kilo meter, dan  jalan tanah 754,52 kilo meter.

Kondisi yang baik sekarang ini sepanjang  414,81 kilo meter, yang rusak sedang  sepanjang 210, 95 kilo meter, yang rusak berat sepanjang  614,49 kilo meter dan  jalan yang belum tembus sekitar 314 kilo meter lebih.

“Itu kondisi sekarang,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten  Manggarai Barat (Mabar), Ir. Oktavianus Andi Bona saat dikonfirmasi media ini di Labuan Bajo, Rabu (12/7/2018) .

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) terus mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur jalan kabupaten setiap tahun. Tahun ini, dari  APBD II Kabupaten Mabar mengalokasikan anggaran  untuk jalur –jalur utama melalui dana alokasi khusus (DAK) dengan total anggaran sebesar Rp 70 miliar.

Baca juga :  Helikopter BNPB Jemput Sampel Swab di Nagekeo

Dari anggaran itu,   jalan dalam Kota Labuan Bajo sebesar Rp 21 miliar dan  yang lainnya tersebar di sejumlah kecamatan di Mabar, seperti  ruas jalan Tentang – Sirimese  hotmix (HRS) sepanjang  7 kilo meter, ruas jalan Golo Welu – Orong  hotmix  sepanjang 6 kilo meter, ruas jalan Nggorang – Benteng pekerjaan  lanjutan tahun lalu  hotmix, ruas jalan Kedang –Tentang  hotmix sepanjang  6 kilo meter dan ruas jalan Pateng – Bari sepanjang 7 kilo meter lapen.

“Kami konsen  di DAK pada ruas –ruas jalan kabupaten yang menghubung antara kabupaten dengan kecamatan,antara kecamatan dengan kecamatan lain dalam satu kabupaten dan antara kecamatan dari Kabupaten Mabar dengan kecamatan lain di kabupaten lain di Manggarai.

Karena keterbatasan anggaran, maka dana pemeliharaan rutin  untuk  ruas jalan yang panjang belum bisa dikerjakan sekaligus, kecuali hanya spot-spot tertentu saja dilihat dari kondisi jalan yang parah sekali supaya tidak mengganggu arus  transportasi darat.

Baca juga :  Gubernur NTT Tinjau Realisasi Jalan Provinsi di Mabar

“Pada tahun 2019,  kami  akan prioritaskan pada ruas-ruas jalan yang cukup parah, seperti ruas Jalan Datak –Semang, ruas Jalan Desa Gurung – Orong dan beberapa ruas jalan lainnya yang dianggap parah,” kata Bona.

Keterbatasan Anggaran

Bona mengaku, salah satu kendala belum tertangani semua ruas jalan kabupaten di Mabar karena keterbatasan anggaran dan wilayahnya luas dengan ruas jalan yang cukup banyak. Kendala lain, cuaca yang kurang mendukung dimana musim panas dan musim hujan berkepanjangan sehingga sulit sekali ditebak. ” Pada saat pengerjaannya tiba-tiba hujan atau pada saat kami membutuhkan hujan, tiba-tiba panas berkepanjangan terutama pekerjaan –pekerjaan irigasi harusnya tepat waktu. Tetapi, terkendala pada cuaca tadi,”kata dia.

Karena itu, proses pelelangannya harus lebih awal, sehingga bisa mengikuti perubahan iklim di Manggarai Barat. Selain itu, pihaknya juga mengalami keterbatasan peralatan berat. Untuk mengatasinya, terpaksa harus  mendatangkan peralatan dari luar kabupaten dengan sistem sewa pakai dengan biaya yang mahal.

Kendala lain, struktur tanah di Mabar sangat labil, terutama di empat kecamatan, yakni Macang Pacar, Ndonso, Kuwus, Kuwus Barat dan Welak. Keempat daerah itu, rata-rata di dalam tanahnya mengandung kadar air, sehingga  ketika membangun infrastruktur  jalan beraspal maupun irigasi perekatannya kurang bagus karena jarang kena matahari atau daerah lembab.  Kondisi itulah yang menyebabkan konstruksi rentan rusak.

Baca juga :  Pemprov NTT Fokus Tangani DBD dan Masalah Sampah

Aspal Plastik

Bona juga mengatakan, tahun ini akan dilakukan uji coba penggunaan aspal plastik di Mabar. “Memang dari hasil laboratorium, penggunaan aspal plastik itu bertahan lama dan cukup kuat.  Tetapi, apa cocok diterapkan di daerah kami. Kami berbangga karena plastik kami bisa dimanfaatkan. Kalau hasilnya nanti bagus, kita rekomendasikan untuk seluruh konstruksi,” pungkasnya. (ade)

Komentar