Masyarakat Bisa Tunjukkan e-KTP Saat Coblos

KUPANG,NTT PEMBARUAN.com-  Masyarakat yang tidak terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) bisa menunjukkan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) kepada Panitia Pemungutan Suara (PPS) saat mencoblos di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur NTT, 27 Juli 2018.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dukcapil), dimana pemilih yang tidak  ada dalam DPT, tetapi memiliki e-KTP atau suket, boleh  menggunakan hak pilihnya. Jadi, pada saat ke TPS bisa membawakan C-6 atau membawa e-KTP saja tetap dilayani oleh panitia di TPS,” kata Thomas Dohu, Anggota Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kepada media ini di Kupang, Selasa (26/6/2018).

“Kami juga melakukan pendataan pemilih yang sakit di rumah sakit yang tidak membawa A-5 atau surat pindah memilih. Tetapi, memiliki dokumen kependudukan yang lengkap seperti e-KTP atau suket.  Kami berkoordinasi dengan PPS dan PPK untuk menunjukkan TPS terdekat bagi mereka.  Hak yang sama juga berlaku bagi  pemilih yang sakit dan membawa A-5, tinggal kami arahkan ke TPS di rumah sakit  setempat yang dilayani dari jam 12 -13.00 Wita,” pungkasnya.

Baca juga :  Jaga Wilayah Perbatasan NTT, TNI AU Gelar Operasi Patroli Udara

Prinsipnya, ujar dia, sepanjang surat suara masih ada diberikan kesempatan kepada mereka untuk mencoblos. Sedangkan yang tidak membawa A-5 dan tidak memiliki dokumen kependudukan yang sah, seperti e-KTP tidak berhak mencoblos.

Begitupun pemilih yang sakit di rumahnya,  tambahnya lagi, jika keluarganya melaporkan, maka dikordinasikan dengan saksi, PPS dan Panwas untuk menemukan kesepakatan bersama melayani yang bersangkutan di rumah. Atas dasar kesepakatan itulah, maka utuslah dua orang KPPS didampingi para saksi dan Panwas untuk membawa amplop surat suara dalam dos kemudian dicoblos oleh yang bersangkutan. Dari amplop itu  kemudian dibawa masuk ke kotak suara di TPS. Prinsipnya, kata Thomas,  pilihan  orang itu harus dijamin kerahasiannya.

Baca juga :  Suparmono Kunker ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Kupang

Sudah Terdistribusi

Sementara soal logistik Pilgub, kata Thomas, sudah terdistribusi semua pada 9.672 TPS di  3.323 desa/kelurahan dan 307 kecamatan pada 22 kabupaten/kota di NTT sehari sebelum pencoblosan.

Sedangkan C-6 yang tidak terdistribusi wajib dikembalikan ke KPPS.  Tidak terdistribusinya C-6 itu, lanjut dia, bisa saja pemilihnya meninggal dunia, pemilihnya berpindah tempat domisili, pemilih ganda, atau pemilih yang tidak ditemukan alamatnya atau pemilih di bawah umur, sehingga C-6-nya dikembalikan. “Hari ini (Selasa, 26/6/2018,red)  juga kami  menerima surat mandat saksi yang ditandatangani pasangan calon (Paslon) masing-masing. Untuk Paslon nomor urut 1,3 dan 4 ditandatangani Paslon sendiri.  Sedangkan Paslon nomor urut 2 ditandatangani Ketua Tim Suksesnya dengan jumlah saksi 2 orang masing-masing Paslon,” urainya. (ade)

Komentar