Pengiriman Sapi Asal NTT Alami Peningkatan

KUPANG,NTT PEMBARUAN.com- Pengiriman ternak sapi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 8 Juni 2018 mengalami peningkatan 20 persen dibanding Juni 2017 lalu.

“Kita kirim terakhir 8 Juni 2018 sebanyak 27.628 ekor, mengalami peningkatan sebesar 20 persen dibanding bulan yang sama tahun 2017 lalu hanya mencapai 21.000 ekor,” kata Kepala Dinas Peternakan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Danny Suhadi kepada media ini di Kupang, Kamis (21/6/2018).

Daerah tujuannya meliputi, DKI, Jawa Barat, dan Jawa Timur dengan total, 15. 215 ekor,  Kalimantan Timur, 7.950 ekor, Sulawesi Selatan, 1.898 ekor,  Kalimantan Selatan, 1.175 ekor, Kalimantan Tengah, 790 ekor  dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Selain sapi, kita juga mengirim 2.300 ekor kerbau dan kuda ke Sulawesi Selatan dan Jawa Barat.  Tingginya permintaan sapi di bulan Juni 2018, menurut Danny,  karena adanya pergeseran hari raya Idul Fitri maju, maka dengan sendirinya ada peningkatan permintaan lebih awal.

Baca juga :  Program TP PKK NTT Dibawa Kepemimpinan Bunda Julie Laiskodat

Khusus untuk kuda, tidak semuanya dalam rangka Idul Fitri,  tetapi juga dalam rangka kegemaran hobby naik kuda, rekreasi, dan untuk kepentingan acara adat.  Tahun ini, kuota pengiriman sapi dari NTT ke luar daerah sebanyak 70.000 ekor, dan realisasi hingga Juni 2018 sudah mencapai 40 persen.   “Kita optimis, bisa mencapai target, dan bulan depan ada lagi permintaan.  Apa lagi,  menjelang hari raya Idul Adha 1439 H  pada bulan Agustus 2018 nanti mengalami peningkatan permintaan lagi,” kata Danny.

Menyinggung soal harga, kata Danny, sudah mengalami peningkatan sedikit, dari Rp 29.000/kg hidup naik berkisar antara Rp 30.000 – Rp 31.000/kg hidup.

Sementara populasi ternak sapi di NTT hingga saat ini sebanyak 1.007. 000 ekor. Jumlah itu, didominasi di daratan Timor, seperti Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS) dan Timor Tengah Utara (TTU).

Baca juga :  Satu Tahun Tak Ada Air, Pengeboran Sumur di Kampung Sillu Akhirnya Berhasil

Terkait kesiapan stok pakan ternak memasuki musim kemarau tahun ini,  pihaknya terus memperkenalkan legum, sejenis lamtoro  yang sudah dilakukan sejak 2014 lalu.

“Karena itu, kami menghimbau para petani peternak di NTT menyiapkan bibit legum untuk ditanam pada musim kemarau panjang tahun ini, sehingga tetap menjaga ketersediaan pakan ternak. Kita  memberikan bibit melalui kelompok untuk ditanam di lahan masing-masing,” tandasnya.(ade)

Komentar